Calon Wali Kota Makassar nomor urut 3, Dr Syamsu Rizal MI (Deng Ical) silaturahmi di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Senin (19/10/2020)

Dilan Pimpin Makassar, Tamalanrea-Biringkanaya Bakal Jadi Kota Baru

Senin, 19 Oktober 2020 | 21:06 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kawasan Tamalanrea-Biringkanaya seringkali masih dianggap bukan bagian dari Kota Makassar. Kalaupun dianggap Makassar, tetapi masuk daerah pinggiran. Karena yang dianggap kota adalah daerah Pantai Losari dan Lapangan Karebosi.

Akibatnya, saat warga Biringkanaya atau Tamalanrea mau ke Pantai Losari atau Karebosi, mereka mengklaim ingin masuk ke Kota Makassar. Padahal sesungguhnya, kalau periksa KTP, mereka adalah warga Kota Makassar.

“Inilah yang menjadi salah satu lanjutan pembangunan yang saya harapkan terjadi pada pengganti saya di Kota Makassar. Saya ingin Tamalanrea dan Biringkanaya ini jadi kota baru. Sayangnya itu tidak diwujudkan,” ungkap mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) pada acara silaturahmi di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Senin (19/10/2020).

IAS hadir pada acara ini bersama Calon Wali Kota Makassar nomor urut 3, Dr Syamsu Rizal MI (Deng Ical). IAS menambahkan, ke depan, kalau Deng Ical yang diberi amanah untuk memimpin Kota Makassar, maka rencana tersebut akan diwujudkan.



Makassar, menurut IAS, punya pantai yang cukup panjang. Pantai Losari yang ada saat ini hanya sebagian kecil. “Karena itu, kita akan buat Pantai Losari yang baru di daerah Biringkanaya yang akan nantinya menjadi pusat religius. Semua tempat ibadah agama yang ada di Makassar akan tersedia, sekaligus menjadi tempat wisata baru,” urai IAS.

Untuk itu, IAS mengingatkan untuk tidak salah pilih pada 9 Desember 2020. Jangan juga memilih karena ada pemberian atau ada sesuatu.

“Kalau mauki pilih pemimpin, pilihki yang bisa jaga amanah dan bisa jaga silaturahmi. Jangan pilih yang hanya datang saat mau Pilkada, karena pasti setelah Pilkada tidak muncul-munculmi lagi. Dia lupa miki, adapi kepentingannya baru datang lagi,” kata IAS lagi.

Deng Ical dalam kesempatan yang sama menjelaskan soal program 100 hari pasangan Dilan (Deng Ical-Fadli Ananda). Di antaranya unifikasi data yang akan memuat semua data yang dibutuhkan untuk pengambilan kebijakan.

“Data warga miskin, data pengangguran, data disabilitas dan data lain yang dibutuhkan sehingga tidak ada lagi warga miskin yang harusnya terima BLT tidak terima. Sebaliknya yang justru berhak tidak dapat. Ini yang pertama akan dibenahi kalau Deng Ical kita pilih jadi Wali Kota,” ungkap Deng Ical.(*)


BACA JUGA