Permainan tradisional, Lambasena

Nostalgia Generasi 90an Melalui Program ‘Main-Main ke Nipah’

Jumat, 30 Oktober 2020 | 08:00 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Era 90an memang sulit untuk dilupakan. Segala memori indah zaman itu akan selalu membekas dan akan terkenang. Meski tanpa hadirnya gadget canggih seperti sekarang, anak generasi 90an selalu punya cara kreatif membuat mainan sendiri dari bahan seadanya. Apalagi, jenis permainan tradisional zaman dulu semakin asyik jika dimainkan oleh banyak orang.

Untuk membangkitkan kenangan dan memori itu kembali, Nipah Mall menghadirkan program bertajuk ‘Main-Main Ke Nipah’. Berkolaborasi dengan komunitas Jalan-Jalan Seru Makassar, kali ini Manajemen mal hadir dengan program yang berbeda dari program-program sebelumnya yaitu mengajak pengunjung dan masyarakat untuk bermain sambil bernostalgia dan menikmati kembali suasana 90an dengan menyajikan beberapa permainan tradisional Sulawesi Selatan yang menjadi andalan generasi 90an pada masanya.

Permainan tradisional, Padende

General Manager Nipah Mall & Office Building, Richard Abraham mengatakan program Main-Main Ke Nipah dilaksanakan pada hari Kamis-Jumat, 29 hingga 30 Oktober 2020 di Rooftop Garden Nipah Mall.



“Kegiatan ini juga untuk menyambut hari Sumpah Pemuda. Momen menyongsong hari Sumpah Pemuda dipilih untuk menyatakan tekad akan terus menjaga serta melestarikan budaya warisan nenek moyang,” ujarnya.

Adapun terdapat 5 jenis permainan tradisional yang ditawarkan dan disajikan Nipah Mall dan komunitas JJS Makassar untuk pengunjung. Jenis permainan tersebut diantaranya Lambasena, Dende-Dende, Asing-Asing, Layang-Layang dan Padende.

Jenis permainan yang ditawarkan ada yang menggunakan alat maupun tidak. Dari tiap-tiap permainan yang ditawarkan, ada yang cara mainnya individu/perorangan dan ada yang berkelompok/tim. Hal ini bertujuan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan diri sendiri untuk bertahan dalam setiap situasi bahkan yang tersulit sekalipun serta kemampuan untuk bersosialisasi dengan orang baru.

Permainan tersebut dipilih karena mewakili permainan-permainan rakyat yang ada di Sulawesi-Selatan dan juga ada beberapa jenis permainan yang tidak pernah lagi dimainkan bahkan mulai ditinggalkan.
Yang menarik dari kegiatan ini adalah setiap orang yang datang tidak dibatasi untuk memainkan permainan-permainan tradisional lainnya.

“Pengunjung dapat menikmati permainan secara gratis mulai pukul 15.30 – 22.00 Wita. Khusus layang-layang, hanya sore hari saja,” ujar Richard.

Richard juga menambahkan, diharapkan kegiatan ini bisa menjadi sarana berkumpul bersama sembari bernostalgia tentang keseruan masa kecil. Tentu saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak aman antar pengunjung.

“Semoga makin banyak orang yang memainkan dan melestarikan permainan tradisional ini. Ayo Main-Main ke Nipah Mall,” ajak Richard.(*)


BACA JUGA