Sekretaris LIRA Sulsel, Ahmad Nur, dan Gubernur LIRA Sulsel, Irwan Andi Paturusi saat ditemui, Sabtu (7/11/2020)

Belum Tindaki ASN Dukung Paslon, LIRA Sulsel Soroti Kinerja Bawaslu Makassar

Sabtu, 07 November 2020 | 21:07 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Aparatur Sipil Negara (ASN) berada dalam pusaran Pilwalkot Makassar 2020. Intervensi atau tekanan dari pelbagai untuk mendukung paslon tertentu terus datang.

Sesuai regulasi dan aturan, ASN apalagi yang memiliki jabatan struktural dilarang ikut bermain politik praktis di Pilkada. Pasalnya, ASN merupakan pengayom masyarakat yang wajib netral.

Kendati demikian, beberapa ASN rupanya diduga ikut bermain politik praktis. Itu dibuktikan banyaknya laporan masuk dari masyarakat terkait dugaan politik praktis ASN.

Sekretaris Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Selatan (Sulsel), Ahmad Nur, dan Gubernur LIRA Sulsel, Irwan Andi Paturusi secara tegas meminta Pj Wali Kota Makassar dan Gubernur Sulsel bisa mengambil sikap. Ini terkait informasi yang beredar di mana ASN diduga telah mendukung salah satu paslon.



“Kita akan menyurati dan memberi waktu pak Pj Wali Kota dan pak Gubernur Sulsel untuk menegur bawahannya. Tapi jika tidak dilakukan hingga hari Senin nanti, kami (LIRA) sendiri yang akan bertindak”, tegas Irwan saat ditemui di Sekretariat LIRA Sulsel, Sabtu (7/11/2020).

Menurut Irwan, laporan yang masuk di LIRA Sulsel sudah ada 7 kecamatan di Kota Makassar. Mereka terindikasi telah mengarahkan ke bawahannya secara terstuktur untuk mendukung salah satu paslon Wali Kota Makassar.

Termasuk, lanjut Irwan, Kecamatan Ujung Tanah, Ujung Pandang, Mariso, Tamalate. Irwan mengatakan, laporan dari dugaan politik praktis perangkat daerah ini dilengkapi bukti berupa foto, rekaman suara dan bukti yang beredar di Sosial Media (Sosmed).

“Dan juga, ada ASN yang juga melapor langsung ke kami bahwa ada tekanan dari atasan untuk mendukung salah satu kandidat. Inilah kita dalami saat ini, dan sebaiknya Pj Wali Kota bisa mengambil sikap kepada bawahannya dengan menjatuhkan sanksi,” tutur Irwan.

“Kami juga meminta agar Bawaslu Kota Makassar bisa bekerja dengan maksimal. Karena kami lihat saat ini, kerja-kerja Bawaslu makin ‘tumpul’,” tutupnya.(*)


BACA JUGA