Calon Wali Kota Makassar nomor urut 3, Syamsu Rizal MI melakukan kampanye dialogis di Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujungpandang, Rabu (11/11/2020)

DILAN Menang, Basis Data Pemerintahan Bakal Seragam

Rabu, 11 November 2020 | 21:52 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Calon Wali Kota Makassar nomor urut 3, Syamsu Rizal MI melakukan kampanye dialogis di Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujungpandang, Rabu (11/11/2020). Kampanye dihadiri para tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan kaum milenial. Meski ramai, acara tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam pemaparannya, Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal MI, menjelaskan visi misinya jika kelak diberi amanah memimpin Makassar. Antara lain dan yang paling penting adalah unifikasi data. Program ini merupakan program 100 hari pasangan Deng Ical-Fadli Ananda (DILAN).

“Mengapa ini unifikasi data penting, supaya semua data menjadi benar,” ungkap Deng Ical.

Selama ini, kata dia, ada banyak masalah pada data yang menjadi basis pengambilan kebijakan. Termasuk data terpadu kesejahteraan social (DTKS). Akibatnya, seperti banyak dialami di lingkungan kita masing-masing. Ada yang harusnya berhak dapat bantuan, justru tidak dapat. Sebaliknya, ada yang tidak seharusnya dapat, justru dapat.



“Inilah yang akan kita benahi. Melalui forum RT/RW, data ini akan diperbaiki. Semua stakeholder terkait hadir, sehingga bisa saling mengoreksi,” paparnya.

Selanjutnya, data tersebut akan ditempel di tempat-tempat umum sebagai uji publik. Jika ada yang perlu dikoreksi maka, silakan dikoreksi, hingga jangka waktu yang ditetapkan dan datanya benar-benar akurat.

Data ini akan mencakup semua aspek. Mulai dari warga miskin, pengangguran, janda-janda tua, orang-orang yang tidak lagi produktif. Termasuk warga dengan keahlian masing-masing. Misalnya yang jago bikin kue, bikin kerupuk, bikin industri rumah tangga lainnya.

Setelah semua data ini rampung, akan dilanjutkan dengan pembuatan program. Salah satunya adalah program bapak angkat. Program ini akan membagi habis semua warga miskin, sehingga tidak ada lagi warga miskin yang masih pusing mau makan apa besok. Tidak ada lagi yang pusing soal biaya sekolah, biaya kesehatan.

“Semua akan dibagi habis. Mulai dari pejabat di lingkup Pemkot Makassar hingga wali kota dan wakil wali kota. Kalau belum juga habis terbagi, maka akan didistribusi ke pihak swasta. Tentu dengan kompensasi insentif dan disinsentif yang menjadi bagian dari program pemerintah kota lainnya,” jelas dokter kebijakan publik ini.

“Selanjutnya, tidak usah ki ragu. Semua program ini bisa dilaksanakan dengan baik. Dengan catatan, kasi jadimiki dulu Deng Ical dan Dokter Fade sebagai Wali kota dan Wakil Wali Kota untuk layaniki semua,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA