Mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Maulana Rozhandy

PDIP Kalah di Makassar, Pukulan Telak Bagi Partai Penguasa

Senin, 23 November 2020 | 21:29 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — PDIP patut was-was pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020. Musababnya, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu berpotensi dipermalukan. Kali pertama mengusung kader, jagoannya malah di ambang kekalahan.

PDIP bersama Hanura dan PKB diketahui mengusung paslon nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN) pada Pilwalkot Makassar 2020. Sayang, dalam berbagai hasil survei tergambar elektabilitas paket ini masih tertinggal, padahal pemilihan tinggal menghitung hari.

Mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Maulana Rozhandy, mengungkapkan Pilwalkot 2020 menjadi ajang pertaruhan nama besar untuk PDIP. Bila kalah, partai itu akan kehilangan muka. Terlebih, usungannya kali ini adalah kadernya sendiri yakni Fadli Ananda.

“Ini akan jadi pukulan telak bagi PDIP bila kelak kalah pada Pilwalkot Makasar 2020. Tentunya akan sangat mencoreng nama besar partai, apalagi mereka mengusung kader sendiri. Ya jadi kalau keok akan jadi kekalahan besar dan memalukan. Ada siri’ yang melekat pada pentolan PDIP seperti Andi Ridwan Wittiri,” ucap program pascasarjana UNM ini, Senin (23/11).

Menurut Aswin, salah satu isu yang harus dituntaskan PDIP bila ingin menang adalah dugaan pengkhianatan maupun ketidaksolidan kader dalam mendukung dan memenangkan DILAN. Hal tersebut mesti cepat diselesaikan bila tidak ingin Pilwalkot Makassar 2020 menjadi ‘kuburan’ bagi PDIP.

“Tidak sampai sebulan Pilwalkot Makassar 2020, persoalan itu harus diselesaikan. Terlebih, PDIP ini kan partai utama pengusung DILAN dan diberikan ruang besar oleh paslon, ya jadinya PDIP paling bertanggung jawab,” tukas mantan Sekertaris PMII Cabang Makassar ini.(*)


BACA JUGA