Puteri Indonesia Sulbar 2015, Hasrima Dewi Magfira

Puteri Pariwisata Sulsel 2013 Yakin Konsep Ekowisata ala DILAN Dongkrak PAD

Selasa, 24 November 2020 | 19:15 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Puteri Indonesia Sulbar 2015, Hasrima Dewi Magfira, tidak mau ketinggalan dalam mendukung dan memenangkan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN).

Rima, sapaan akrabnya, menyusul jejak milenial berprestasi lainnya yang lebih dulu menyatakan dukungan untuk DILAN, seperti Puteri Indonesia Sulsel 2017, Puteri Kebudayaan Sulsel 2019, Miss Teen Youth World Indonesia 2019 dan Indonesia Youth Ambassador Earth 2018.

Jelita cantik yang juga menyabet status Puteri Pariwisata Sulsel 2013 ini mengaku mantap mendukung DILAN karena sejumlah pertimbangan. Di antaranya yakni karakter dan program pasangan usungan PDIP, Hanura dan PKB itu yang berpihak kepada generasi muda, mencerminkan kearifan lokal dan mampu menjadi solusi atas berbagai problematika Makassar. Hal itu pun bisa dilihat dari visi misi dan program DILAN yang ingin mewujudkan Makassar Kota Sombere’.

“DILAN dapat merangkul semua elemen dan bisa mewakili kita semua, termasuk milenial. Yang juga saya sukai adalah gagasan-gagasan paslon ini solutif, milenial banget tapi tetap mampu mengedepankan budaya lokal. Itu bisa kita lihat dari visi mewujudkan Makassar Kota Sombere’ yang patut kita dukung, makanya ayo pilih DILAN pada 9 Desember,” kata dia, Selasa (24/11/2020).

Salah satu program DILAN yang disukai Rima adalah Kawasan Ekowisata Kolaboratif (KILAT). Program di sektor pariwisata tersebut memiliki multiplier effect yang besar. Selain bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Program KILAT ala DILAN merupakan pengembangan kawasan ekowisata yang ramah lingkungan dan berbasis masyarakat. Beberapa proyeksi objek wisata sudah dirancang. Di antaranya yakni ekowisata maritim atau ekowisata bahari dan wisata kanal. Sejumlah kanal yang selama ini dikenal jorok dan kumuh akan disulap menjadi objek wisata dengan memberdayakan masyarakat setempat.

“Program itu patut didukung karena akan memberi warna baru bagi sektor pariwisata di Makassar. Yakin saja pasti akan menambah pundi-pundi PAD dan masyarakat, khususnya pengelola wisata dan usaha lain di objek wisata akan mendapatkan manfaat ekonomi yang besar,” tukasnya.(*)


BACA JUGA