Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat berdiskusi dengan tim edukasi peserta wisata Covid-19 di Hotel Almadera, Selasa (5/5/2020)

Dilapor Hingga Dipanggil Bawaslu, Gubernur NA: Gampang Laporin Orang Tapi Faktanya Ada?

Kamis, 26 November 2020 | 10:39 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar memanggil Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) pada Rabu (25/11/2020). Ia dipanggil setelah adanya laporan dugaan dirinya tak netral dalam ajang Pilwalkot Makassar 2020.

Laporan tersebut berasal dari tim hukum paslon nomor urut satu yakni Mohammad Ramadhan ‘Danny’ Pomanto dan Fatmawati Rusdi. Mereka meminta agar Bawaslu mengusut rekaman yang berisi mengarahkan dukungan ke paslon tertentu yang diakui Sekretaris Camat (Sekcam) Ujung Tanah. 

Disampaikan Ketua Bawaslu Makassar, Nursari, NA bersama Pj Wali Kota, Rudy Djamaluddin yang ikut dipanggil telah memenuhi panggilan tersebut. Ia pun hadir secara daring atau bertemu via Aplikasi Zoom.

“Kita sudah undang dan yang bersangkutan sudah memberikan keterangan tadi via Zoom,” kata Nursari saat dihubungi.

“Tadi sudah diklarifikasi. Inikan ada laporan masyarakat kebetulan Pj dan Gubernur berstatus sebagai terlapor. Maka kami klarifikasi sekaitan dengan pelaporan itu,” sambungnya.

Menanggapi itu, Nurdin membantah jika dirinya terlibat dalam politik praktis di Pilwalkot Makassar. Adapun laporan yang ada, kata dia, tidak berdasar. 

“Pernah nggak dengar saya pidato dimana mana menyinggung soal, itu hoaks. Itu kan gampang ngelaporin orang tapi faktanya ada nggak?” kata Nurdin saat ditemui.

Ia mengaku selama ini hanya fokus mengurus pemerintahan. Tak ada sama sekali, kata dia, bertindak yang berlawanan dari aturannya sebagai Kepala Daerah.

“Iya, sama nggak pernah nyinggung orang, nggak pernah dukung mendukung. Masa misalnya si B kenal ajak nggak, bilang dipanggil. Iya kan?” pungkas pria asal Parepare ini.(*)


BACA JUGA