Lahan Pekuburan Makassar Bakal Difungsikan Sebagai RTH, Luasnya 16 Hektare

Minggu, 13 Desember 2020 | 20:15 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar akan memfungsikan lahan pekuburan yang ada. Dengan luas kurang lebih 16 Hektare (Ha), lahan bakal dijadikan juga sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Minimnya lahan di dalam Kota Makassar menjadi alasan rencana tersebut digarap Pemerintah Kota (Pemkot). Sementara angka RTH Kota Makassar sangat sedikit yakni hanya mencapai 11% dari jumlah yang dipersyaratkan yaitu 30%.

“Jadi ada sekitar 16 hektare (luasan) total jumlah pemakaman, ini sangat lumayan kita tanami (pohon),” ujar Sekretaris DLH Kota Makassar, Iskandar saat dihubungi, Minggu  (13/12/2020).

Iskandar menjelaskan bahwa penanaman pohon dilakukan pada areal-areal pinggiran kuburan. Kemudian, untuk jenis pohon pihaknya telah memilah jenis pohon Ketapang Kencana yang dianggap lebih aman agar tidak merusak areal pekuburan.



“Jadi kita tanami pinggirannya, inikan sangat potensial, lihat saja Sudiang, Paropo Panaikang itu sangat potensial kita tanami. Kita tanami, jangan pakai pohon yang akarnya menjalar ke mana-mana kayak trembesi,” sambung Iskandar.

Lebih jauh, ia menjelaskan jika areal pemakaman di Kota Makassar akan memiliki dua fungsi utama. Yakni pemakaman itu sendiri dan juga dapat difungsikan sebagai tempat peneduh.

Iskandar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan bagian pemakaman DLH Kota Makasaar. Secara bertahap suplai pohon dan penanaman sudah mulai dilakukan.

Saat ini pihaknya telah menyalurkan sebanyak 500 pohon, dan untuk tahap awal penanam dilakukan di Pemakaman Paropo Kecamamatan Panakkukang. Pemakaman tersebut menyediakan lahan yang cukup luas yaitu sebanyak 2 Ha.

“Jadi kita sudah koordinasi, bahwa setiap pemakaman akan kita jadikan sebagai RTH juga, kita sudah sedikit-sedikit jalankan, kita suplai pohon ke UPTD Pemakaman, itu kita sampai 500 pohon,” beber Iskandar.

Dengan penambahan 16 hektare ini, Iskandar memproyeksi kenaikan RTH mampu mencapai 12% atau naik sebanyak 1% lebih. “Dengan luasan 16 hektare ini berbanding dengan luasan kota yah bisa menambah satu koma lebih lah,” tuturnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika berkomentar perihal masalah ini. Ia menyebut bahwa penyediaan lahan menjadi PR besar yang perlu diselesaikan pemerintah.

Ia mengakui sulitnya pengadaan lahan untuk RTH di Kota Makassar. Kalaupun ada, anggaran yang dibutuhkan untuk menambah luasan sangatlah mahal. Hasilnya, progres RTH kota Makassar berjalan sangat lambat.

“Memang kekurangan kota Makassar saat ini adalah kekurangan lahan (untuk RTH),” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah harus berupaya mencari lahan-lahan khusus. Ini demi menyediakan penambahan RTH di Kota Makassar. (*)


BACA JUGA