Direktur ACC Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun

Mark Up Bansos Covid-19, ACC Desak Polisi Segera Umumkan Nama Tersangka

Jumat, 08 Januari 2021 | 19:49 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Kasus dugaan penggelembungan atau mark up bantuan sosial (Bansos) untuk warga terdampak Covid-19 di Makassar terus bergulir. Kabar terbaru, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel diketahui telah mengantongi nama tersangka.

Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi mendesak agar Polda segera mengungkapkan nama dalang dibalik kasus tersebut. Sehingga, kepercayaan publik terhadap polisi tidak hilang.

“Ada upaya yang begitu lama dari Kepolisian padahal ini kasus terang ji. Harus diungkap segera itu nama tersangka,” kata Ketua ACC Sulawesi, Abdul Kadir, Jumat (08/01/2021). 

“Karena polisi pasti punya itu. Olehnya memang harapannya, polisi harus buka ke publik, supaya mereka tidak bertanya-tanya,” sambungnya. 

Menurut Kadir, polisi mesti berani mengambil sikap. Pengungkapan nama tersangka, disebutkan dia, bisa menjadi momen bagi polisi.

“Ini persoalan keberanian untuk membuka ji,” singkat Kadir.

Polda Sulsel melalui Tim penyidik bidang tindak pidana korupsi (Tipikor) Direktorat Kriminal Khusus Ditkrimsus) sebelumnya terus melakukan penyidikan. Bahkan, penyidik telah mengantongi nama tersangka. 

Tetapi, sebelum tersangka diumumkan ke publik, penyidik masih harus menanti hasil audit kerugian negara. Di mana tengah dirampungkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Menunggu hasil audit BPKP. Kita kesulitan kadang-kadang kelamaan menunggu. Paling tidak nanti kalau ini (perhitungan) sudah turun dari BPKP, lihat nanti tersangkanya siapa saja,” kata Direktur Ditkrimsus Polda Sulsel, Widony Fedri beberapa waktu yang lalu.

Adapun kasus ini pertama kali mencuat usai adanya aduan warga pada bulan Mei 2020 lalu. Paket 60.000 sembako yang diberikan kepada masyarakat ini disalurkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Makassar selama pandemi Covid-19. (*)

Tags:

BACA JUGA