Pegiat Hukum, Beni Iskandar

Rudy Dinilai Minim Pengalaman, Beni: Jangan Anggap Pemerintahan Seperti Kampus

Jumat, 29 Januari 2021 | 14:15 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sikap Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin yang diduga belum bisa menerima kemenangan Danny-Fatma menuai sorotan. Sebab, ia dinilai seolah tak tahu diri. 

Hal itu disampaikan Pegiat Hukum, Beni Iskandar. Ia mengatakan bahwa pengalaman minim yang dimiliki Rudy Djamaluddin sebagai nahkoda sehingga menganggap pemerintah itu ibarat kampus.

“Beliau (Rudy) lupa bahwa statusnya cuma Pj yang bukan pilihan rakyat, tetapi mau mengatur semuanya, tau malu dan tau dirilah sedikit. Ini pemerintahan bukan kampus,” kata Beni, Jumat (29/1/2021).

Beni kemudian mengibaratkan Pj Wali Kota Makassar seperti ingin mengikuti etika Donald Trump di Amerika Serikat. Pasalnya juga tidak pernah mau mengakui kemenangan Joe Biden.

“Liat mi sikapnya, tidak mau hadir ketika diundang oleh parlemen dan tidak mau mengakui kemenangan Joe Biden, dan bertindak suka-sukanya,” ujarnya.

Menurut Beni, jabatan yang diamanahkan Rudy sebagai Pj Wali Kota Makassar membuatnya lupa dengan budaya Bugis Makassar. Ialah Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi.

“Maklum saja, baru jadi wali kota lupa dirimi,” tutur Beni.

Mestinya, lanjut Beni, Rudy Djamaluddin memperlihatkan peran aktifnya. Ini untuk menyambut kedatangan Wali Kota definitif hasil pilihan rakyat.

“Itu yang seharusnya dilakukan Rudy yang saat ini sudah menyandang gelar Professor, bukan malah memperlihatkan egonya seakan-akan dialah mengatur semuanya,” pungkasnya.

Diketahui, Rudy meradang setelah pertemuan Wali Kota Makassar terpilih, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dengan sejumlah ASN Pemkot viral di masyarakat. Bahkan dikabarkan, Rudy juga menolak berdiskusi ataupun bertemu dengan tim transisi yang dibentuk calon terpilih Danny-Fatma.(*)


BACA JUGA