Wakil Gubernur LIRA Sulsel, Beni Iskandar.

LIRA Sulsel Bakal Laporkan Dugaan Pungutan Liar di Anjungan Losari

Senin, 05 April 2021 | 22:46 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Beberapa hari terakhir masyarakat dihebohkan atas tertangkapnya Kepala UPTD Kanrerong Muh Said karena diduga melakukan praktik pungli. Persoalan serupa juga dialami oleh pedagang di Anjungan Pantai Losari.

Wakil Gubernur LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulsel, Beni Iskandar pun mengungkapkan penyebab maraknya praktik pungli di tingkat UPTD. Hal itu karena kurangnya pengawasan dari instansi terkait.

Olehnya, ia meminta Pemkot Makassar segera melakukan tindakan tegas terkait maraknya pungli. Terkhusus di kawasan Anjungan Pantai Losari.

“Jadi pemerintah sebaiknya melakukan tindakan, sebelum kami melakukan investigasi siapa-siapa oknum yang memungut dan mempersulit PK5 di area Pantai Losari,” kata Beni, Senin (05/04/2021).

Menurutnya, instansi terkait hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat yang masuk terkait adanya pungli di Losari. Dengan itu, LSM LIRA Sulsel akan segera melaporkan lebih dulu.

Sehingga, lanjut Beni, dalam waktu dekat pihak LIRA Sulsel akan melaporkan adanya pungli. Dilakukan melalui laporan tertulis ke Pemkot Makassar dan pihak berwajib.

“Jadi kami segera akan melaporkan UPTD, Camat dan Lurah di wilayah Losari terkait hal itu ke Pemerintah Kota Makassar, dan pihak berwajib untuk segera diproses hukum,” ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto juga turut berkomentar perihal masalah ini. Ia meminta agar oknum yang melakukan aksi pungli di Anjungan Pantai Losari segera ditangkap.

Ia pun meminta, masyarakat agar melaporkan dugaan pungli tersebut kepihak berwajib. Sebab, telah lama meresahkan para pedagang kecil di area losari.

“Tangkap orang-orang begini, silakan lapor, dan suruh tangkap saja,” ujar Danny.

Danny bahkan menyebut tidak ada kata toleransi terhadap mereka yang telah merenggut kesejahteraan pedagang kecil dengan pungutan biaya. Terlebih, saat ini dalam masa sulit di tengah pandemi Covid-19.

“Siapa pun yang menikmati uang pungli suruh tangkap,” sebutnya.

Sebelumya diberitakan, ratusan pedagang gerobak dan asongan di area Anjungan Pantai Losari mengeluh soal adanya pungli. Pungutannya bervarisi, ada sebesar Rp10 ribu dan Rp5 ribu per hari.

Pelaku pungli ini mengatasnamakan oknum Unit Pelaksana Tugas Daerah atau UPTD Losari. Hal itu diungkapkan salah satu pedagang Losari, RM. Adapun kejadian tersebut sudah berlangsung sekitar setahun lebih.

Saat ini, jumlah pedagang di Pantai Losari yang aktif berjumlah 155. Terdiri dari 130 pedagang gerobak dan 25 pedagang asongan.

RM mengatakan akan melaporkan hal itu ke Wali Kota Makassar. Atau ke instansi terkait, yakni Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar.

“Setiap hari kita di suruh bayar segitu, sekarang kondisi Covid-19 kami semakin menjerit. Belum lagi kita bayar untuk uang kebersihan,” kata RM.

Aksi pungli di kawasan Pantai Losari sempat direkam oleh para pelaku. Kejadiannya kurang lebih sekitar 4 pekan lalu.(*)


BACA JUGA