Plt Kepala BKPSDMD Makassar, Siswanta Attas/Int

Job Fit Pemkot Makassar, 4 ASN Terancam Gugur Termasuk Sabri

Sabtu, 01 Mei 2021 | 12:39 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sebanyak 24 ASN di lingkup Pemkot Makassar diusulkan mengikuti job fit atau uji kesesuaian. Ada empat orang yang terancam gugur meski dalam segi pangkat telah memenuhi syarat. 

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), Siswanta Attas. Ia pun memaparkan penyebabnya.

Beberapa diantara mereka statusnya telah dinonaktifkan dalam menduduki jabatan tinggi atau eselon dua. Selain itu, ada yang terjerat masalah hukum.

“Kan syaratnya harus menduduki jabatan. Itu Rusmayani Majid (mantan Kepala Dinas Periwisata), Mukhtar Tahir (mantan Kepala Dinas Sosial, M Rusli (mantan Kepala BPBD) sudah dinonaktifkan dari jabatannya,” ungkap Siswanta, Sabtu (01/04/2021).

“Kalau M Sabri (Asisten Satu Pemkot Makassar) tidak bisa karena terjerat kasus narkoba,” sambung Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar ini.

Ia menjelaskan tujuan job fit bukan untuk mendemosi para pejabat. Melainkan sebagai bahan pertimbangan kepala daerah melakukan rotasi pejabat.

Harapannya, setiap penempatan pegawai sesuai dengan karakteristik tugas dan kemampuan individu dalam melaksanakannya. “Saya tidak bilang mereka bisa, kita lihat saja nanti keputusannya,” ujarnya.

Siswanta menambahkan dalam job fit bisa saja ada pejabat yang dipindahkan. Namun, jika masih dibutuhkan di posisi itu, bisa saja diperpanjang.

“Itu kan tergantung pimpinan yang menilai,” tambah Siswanta.

Sebelumnya, Wali Kota, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengklaim sudah mengantongi rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal itu untuk melakukan job fit bagi pejabat eselon dua.

Pelaksanaan ditargetkan selesai sebelum hari raya idul fitri. Seluruh pejabat akan mengikuti tahapan tes untuk mengetahui jabatan apa yang paling cocok diemban.

Setelah hasil job fit keluar, pihaknya akan melakukan pergeseran atau mutasi pejabat. Setelah itu, posisi yang masih lowong pasca pergeseran pejabat baru dilelang.

“Makanya saya minta job fit dari awal. Job fit itu dites. Kemudian ini digeser sini, ini digeser ke sana, ini ndak bisa, ini non job, misalnya begitu,” tukas Danny.(*)


BACA JUGA