Proyek pembangunan Apartemen 31 Sudirman disegel setelah ditemukan 45 pekerja yang positif Covid-19, Jumat (04/06/2021)/Ist

Pekerja Migran Positif Covid-19, Proyek Apartemen 31 Sudirman Disetop

Sabtu, 05 Juni 2021 | 17:53 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Satgas Raika Kota Makassar kembali melakukan penyegelan. Lokasi proyek Apartemen 31 yang berada di Jalan Jenderal Sudirman disegel, Jumat (04/06/2021).

Disegelnya lokasi proyek lantaran ada 45 pekerja yang terpapar Covid-19. Mereka diketahui merupakan warga dari Pulau Jawa.

“Positif pekerjanya, pekerja dari Jawa. Bukan pekerja lokal,” ujar Sekertaris Satpol PP Kota Makassar, Iqbal Asnan.

Akibat disegel, proyek pembangunan pun terpaksa harus disetop. Hal itu dilakukan sampai kondisinya sudah dianggap aman dari penularan Covid-19.

“Kita antisipasi aja karena ini bisa jadi klaster. Jadi sebelumnya, tiap hari dilakukan swab, ternyata bertambah terus,” jelasnya.

Master Covid-19 Ujung Pandang, bersama-sama Satgas Raika melakukan antisipasi. Mereka juga dibantu oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk penyemprotan disinfektan.

“Jadi kita akan lakukan lockdown ini bangunan, bersama seluruh pekerjanya sampai semua dianggap aman,” kata Iqbal.

“Rencananya besok seluruh staf dan pekerja Apartemen akan di swab oleh Puskesmas Makkasau,” lanjutnya.

Penyegelan juga dilakukan di mess tempat para pekerja tersebut tinggal. “Mereka baru tiba, belum mulai bekerja tapi sudah berinterksi ke teman-teman pekerja yang lain di Mess, jadi disitu juga kami lockdown dan sterilkan,” katanya.

Iqbal juga menyayangkan sikap pengelola dalam hal ini PT Totalindonesia. Sebab, tidak melaporkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) terkait kedatangan pekerja dari luar Makassar.

“Kami juga menyesalkan penanggung jawab pekerja, yang tidak melaporkan ke pemerintah setempat, tentang kedatangan pekerja dari luar Makassar,” tutupnya.

Sementara itu, HRD PT. Totalindonesia, Sabda Jati mengatakan, jika awalnya ada 39 pekerjanya yang positif Covid-19. Dan saat ini sedang dirawat di RS Pelamonia.

“Setiap pekerja yang masuk kesini, pasti lebih dulu kami swab antigen. Setelah ada yang terkonfirmasi positif, langsung kami bawa ke rumah sakit,” katanya.

Ia juga mengakui, jika kebanyakan pekerjanya memang berasal dari luar Sulawesi Selatan. Bahkan, pihaknya mengalami kekurangan pekerja, sehingga berencana untuk mendatangkan lagi tambahan pekerja.

“Tapi ini baru rencana yah, nanti kita lihat perkembangannya,” tukasnya.(*)


BACA JUGA