Dinas PU Makassar membenahi drainase/Int

Dinas PU Makasaar Fokus Benahi Drainase dan Kanal Rawan Banjir

Minggu, 20 Juni 2021 | 19:09 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar terus fokus untuk membenahi saluran drainase dan kanal yang rawan memicu banjir. Hingga kini, total sudah ada 42 titik yang dibenahi.

Titik-titik tersebut tersebar di 15 lokasi. Diantaranya, sepanjang Jalan Tamangapa Raya, Jalan Kumala. Jalan Traktor, Jalan Makkio Baji, Jalan Bayam, Jalan Beringin Raya, Jalan Tala Salapang, Perumahan Nusa Tamalatea Indah, Jalan Toddoppuli 6, Jalan Mawang, Jalan Sabutung, Komplek CV Dewi, Komplek BPS dan dua kanal yaitu Kanal Pannampu dan Jongayya.

Disampaikan Plt Kepala Seksi Pengendalian Air dan Drainase Dinas PU Makassar, Jumain, endapan yang diangkat perharinya dapat mencapai 154 meter per kubik. Upaya pengerukan pun telah dilakukan sejak awal tahun.

“Sejauh ini sudah 42 titik dan masih terus dilakukan pengerukan, itu perharinya saja bisa mencapai 154 kubik jika ditotal,” ujar Jumain.

Pihaknya juga mengintenskan pengerukan pada daerah-daerah rawan banjir seperti Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan banjir saat akhir tahun atau musim penghujan tiba.

“Inikan tidak semua drainase juga kita tangani karena beberapa juga itu merupakan tanggungjawab dari kelurahan. Untuk saat ini kita fokus juga ke titik-titik itu (rawan), itu kita rutin kan setiap hari,” sambungnya.

Sebelumnya, Humas Dinas PU Kota Makassar Hamka Darwis mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan sesuai hasil survei dan laporan yang masuk. Olehnya, masyakarat juga diminta untuk melapor jika ada drainase yang perlu dibenahi.

“Jadi kegiatan itu selain kita survei sendiri, ini juga sebagain besar didominasi oleh laporan warga,” ujar Hamka.

Semisal pengerjaan duiker yang sempat roboh di wilayah Paccerakkang. Di mana jalan sempat terputus ke lorong 88, laporan tersebut didapat setelah diposting di media sosial salah seorang warga.

Hal ini juga berlaku terhadap jalan berlubang, hingga lampu-lampu jalan. Ia mengatakan beberapa titik akan luput dari pembenahan, jika tidak ditinjau dan dilaporkan. Olehnya hal ini memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat agar lingkungan bisa tetap normal. (*)


BACA JUGA