Tim PKB Terpadu ITB Kalla menggelar kegiatan pengabdian di Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili selama dua hari, yakni 21 dan 22 Agustus/Ist
#

PKM Terpadu, LPPM ITB Kalla Mengabdi ke Masyarakat Maros

Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:15 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Terpadu Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Kalla menggelar kegiatan pengabdian di Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 21 dan 22 Agustus.

Tim PKM ini terdiri atas dosen dari program studi kewirausahaan, bisnis digital, manajemen retail dan system informasi. Kegiatan diikuti kurang lebih 25 peserta dari unsur pengurus Bumdes, koperasi dan Karang Taruna.

pt-vale-indonesia

Dengan mengambil tema “Membangun Desa Tangguh berbasis Kewirausahaan dan Melek Digital”, pelatihan yang diberikan berupa pendampingan manajemen keuangan, pembuatan blog berbasis google site, dan pelatihan copywriting dan foto produk. Serta pengenalan pemasaran melalui media social dan marketplace.

PKM adalah bukti kepedulian dan tanggung jawab seorang dosen. Di mana diharapkan dari proses pelatihan yang diberikan dapat terjadi sebuah transfer pengetahuan yang berorientasi pada solusi terhadap permasalahan nyata yang terjadi pada masyarakat.

Sudirman adalah sebuah desa yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Tanralili. Selama ini cukup dikenal dengan keberadaan Bumdes Dinaril yang mengembangkan beberapa produk handmade ecoprint, sibori dan kain perca serta usaha jamur tiram yang dibina oleh Bumdes.

Berdasarkan analisis potensi masalah yang dilakukan Tim LPPM, pandemi Covid-19 mematikan berbagai kegiatan ekonomi kreatif masyarakat desa. Tingkat kunjungan ke desa berkurang dan beberapa produk kreatif hanya tersimpan di etalase karena pameran dan penjualan langsung menjadi terhambat. Perlu dukungan pelatihan manajemen pengelolaan yang lebih profesional namun tetap kekinian.

Sebagai kelompok ekonomi produktif, diharapkan kegiatan pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Sudirman. Itu dalam mendorong inovasi pemasaran dan semangat kewirausahaannya.

Pemerintah Desa Sudirman yang diwakili oleh Kepala Desa, Lenny Marlina menyampaikan apresiasi. Sebab, ITB Kalla yang telah bersedia menjadikan Desa Sudirman sebagai Mitra PKM Terpadu tahun ini.

“Atas nama Pemerintah Desa Sudirman sangat menyambut baik program seperti ini, pandemi Covid 19 membuat roda ekonomi desa melambat. Pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital menjadi energi luar biasa agar masyarakat kami bisa lebih termotivasi lagi mengembangkan diri dan berpartisipasi untuk pembangunan desanya,” ungkap Lenny

Selain melibatkan dosen ITB Kalla sebagai pemateri PKM, LPPM juga menghadirkan Rudy Suryanto, Founder Bumdes id sekaligus Dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ia berbagi tentang pengalaman pendampingan Desa-Desa Brilian, Tanggap dan Tangguh di Jawa dan Sumatera dengan kehadiran BUMDES sebagai penggeraknya.

“Sejak diatur dalam undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa, keberadaan BUMDes sebagai badan usaha yang berwatak bisnis social diharapkan menjadi penggerak utama dalam menjembatani upaya penguatan ekonomi dan kegiatan yang menunjang partisipasi masyarakat di pedesaan,” jelasnya.

“Model kerjasama tripartit Bumdes-Industri-Kampus diharapkan dapat mengatasi dua masalah tersebut. Kampus mampu membantu pengkajian potensi dan merumuskan disain inovasi, sedang Industri mampu membantu secara teknologi dan akses pasar,” sambung Rudy.

Ketua LPPM ITB Kalla, Andi Tenri Pada yang turut mendampingi kegiatan ini. Ia berharap pengabdian masyarakat kali ini dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi peserta.

“Semoga materi yang diberikan dapat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas SDM di desa agar mampu mewujudkan cita-cita sebuah desa tangguh berbasis kewirausahaan dan melek digital di Kab. Maros,” ucapnya.

“Banyak desa brilian yang dapat menjadi best practice. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi pemerintah desa dalam mendorong kebijakan dan keberpihakannya juga menyemangati dosen untuk terus produktif menjalankan fungsi tri darma perguruan tinggi,” harap Andi Tenri. (*)


BACA JUGA