Dinas PU Kota Makassar mengikuti workshop pembahasan dokumentasi BLUD dalam rangka persiapan pembentukan BLUD PALD di Hotel Claro, Kamis (26/08/2021)/Ist

Kolaborasi Dinas PU dan USAID IUWAS Kelola Limbah di Makassar

Minggu, 29 Agustus 2021 | 16:06 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar mengikuti workshop pembahasan dokumentasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dalam rangka persiapan pembentukan BLUD Pengelolaan Air dan Limbah Daerah (PALD). Bertempat di Hotel Claro, Kamis (26/08/2021).

Dalam workshop ini juga menghasilkan satu kesepakatan. Dinas PU Makassar dan USAID IUWASH Plus akan bekerjasama dalam pengelolaan limbah nantinya.

Sekda Kota Makassar, M. Ansar mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam program tersebut. Terkhusus bagi DPU dan USAID IUWASH.

Hal itu, dikatakannya, menjadi salah satu kriteria. Itu untuk mendorong kota yang lebih maju.

“Suatu kota dikatakan maju, apabila memiliki sanitasi yang baik. Sanitasi menjadi salah satu indikator kemajuan sebuah kota. Adanya sanitasi yang baik, maka tingkat kesehatan masyarakat juga meningkat,” ujar Ansar.

Makassar telah menempuh progres yang signifikan terkait penataan sanitasi. Seperti halnya IPAL losari yang saat ini melayani enam kecamatan yang ada di Kota Makassar.

“Bahkan dapat dikatakan sistem IPAL di lokasi merupakan IPAL tercanggih skala Indonesia,” ungkap Ansar.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas PU Kota Makassar, Hamka berharap agar workshop yang digelar hari ini, dapat memberikan masukan. Sehingga, kinerja ke depannya bisa lebih baik.

“Ini sebagai bentuk persiapan UPT PAL, menuju BLUD PALD, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik lagi,” terang Hamka.

Kehadiran BLUD PALD diharapkan bisa memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan kualitas air tanah Makassar. Di mana permasalahan kualiatas air hampir menjadi masalah seluruh kota-kota besar di dunia.

Sementara itu, Lead Comp 2 Institutional Aspen USAID IUWASH Plus, Sofyan Iskandar, mengatakan 3 daerah yang menjadi leading sektor dalam pembenahan IPAL. Yakni Makassar, Bekasi, dan Gresik akan menjadi percontohan bagi daerah-daerah lainnya.

Khususnya untuk penanganan sanitasi, dan berharap dapat segera terbentuk BLUD PALD. Sehingga, pengelolaan limbah domestik lebih komprehensif dari sisi teknik dan manajemen.

“UPT PAL Dinas PU sudah ada sejak 10 tahun lalu, dan sudah layak ditingkatkan, statusnya menjadi BLUD PALD Kota Makassar,” tutupnya. (*)


BACA JUGA