Konferensi pers BKKBN Sulsel merilis pendataan keluarga tahun 2021 di Ruang Pola Kantor BKKBN Sulsel, Jumat (31/12/2021)

Tempati Urutan Ketiga Indonesia, Pendataaan KK Tahun 2021 di Sulsel Capai 99 Persen

Minggu, 02 Januari 2022 | 21:19 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis hasil pendataan keluarga tahun 2021. Data presentase Kartu Keluarga (KK) untuk tahun 2021 mencapai 99,37 persen atau berjumlah 2.145.260 KK.

Jumlah data itu hampir mencapai target. Hanya selisih 13.696 KK dari target yang ditentukan sebesar 2.158.956 KK.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani menjelaskan penyebab tak tercapainya target tersebut. Hal itu dikarenakan terdapat wilayah yang kondisinya sulit diakses.

“Seperti satu Desa di Kecamatan Limbong, Luwu Utara. Kemudian, pulau terjauh dari Pangkep dan Sinjai,” sebut Andi Ritamariani, Minggu (02/01/2022).

Walau demikian, ia memastikan wilayah tersebut yang belum terdata ini telah disampaikan kepada kabupaten atau kota. Itu untuk diverifikasi kembali pada tahun ini.

“Jika KK dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur, KK di Sulsel didominasi oleh laki-laki dengan persentase 83 persen dan 17 persen KK perempuan,” jelas Andi Ritamariani.

Capaian tersebut menempatkan Sulsel di urutan ketiga dari 34 provinsi. Hanya kalah dari Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Di Sulsel, Kota Parepare menjadi persentase KK Perempuan tertinggi dengan 21,4 persen. Sedangkan Kabupaten Gowa terendah dengan 12,6 persen.

“Jika persentase KK didasarkan dengan pekerjaan, 87,64 persen telah bekerja. Hanya 12,36 persen tidak bekerja,” tambahnya.

Sementara KK berdasarkan pekerjaan dodominasi pekerja sebagai belayan dengan presentase 41 persen. Sedangkan 20 persennya PNS, TNI dan Polri. Pedagang 16 persen, pegawai swasta 7 persen. Berikutnya, pasangan usia subur (PUS) didasarkan jumlah dan kelompok umur di Sulsel diperoleh 1.197.914.

“Tiga kabupaten/kota menjadi PUS terbesar. Kota Makassar 150.992, Kabupaten Gowa 118.151 dan Kabupaten Bone 99.634,” jelasnya.

Persentase menikah di bawah usia 14 tahun capai 0,03 persen. PUS dengan status hamil saat dilakukan pendataan keluarga mencapai 49.272.

Persentase terlalu muda capai 5,94 persen, terlalu tua 17,76 persen, terlalu banyak 14,96 persen dan terlalu dekat capai 13,67 persen.
PUS peserta KB di Sulsel 52,83 persen. Sebanyak, 52,26 persen menggunakan KB modern dan masih ada 0,56 persen menggunakan cara tradisional.

Sementara indikator pembangunan keluarga, seperti rumah layak huni telah mencapai 1.942.950. Itu dari 2.145.260 KK.

“Bone menjadi kabupaten dengan persentase kepemilikan layak huni dengan persentase 96,75 persen. Terendah Kabupaten Kepulauan Selayar hanya 76,81 persen. Kemudian sumber air minum utama layak mencapai 1.959.674 dari 2.145.260. Sedangkan sanitasi layak hanya 1.848.066 dari 2.145.260,” tandas Andi Ritamariani. (*)


BACA JUGA