Jelang KKN, Mahasiswa Nobel Indonesia Ikut Pembekalan

Kamis, 28 Juli 2022 | 21:59 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Jelang keberangkatan Mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia di Kabupaten Pangkep pada 1 Agustus nanti, mereka menjalani sesi pembekalan. Bertempat di Ballroom Nobel Convention Center, Kamis (28/07/2022).

Kaprodi Akuntansi, Karlina Ghazalah Rahman menyebut ada sejumlah materi yang diberikan kepada mahasiswa, diantaranya fasilitasi ihwal program kerja entrepreneur hingga teknis kegiatan selama KKN. “Materi kedua terkait gambaran proker keuangan dan pencatatan keuangan untuk BUMDesa,” sebutnya.

Wakil Rektor I bidang Akademik, Dr. Ahmad Firman memberikan sejumlah arahan kepada puluhan mahasiswa. Ia meminta agar mahasiswa membawa mindset entrepreneur kepada masyarakat di dua Kecamatan di Pangkep. Yaitu, Kecamatan Balocci dan Kecamatan Tondong Tallasa.

Ia beranggapan kegiatan membawa perubahan mindset entrepreneur dan seminar kewirausahaan menjadi identitas dari Nobel Indonesia. “Olehnya itu kami berharap dua hal itu digunakan untuk berinteraksi dan bersentuhan langsung kepada masyarakat,” katanya.

Sementara, Ketua Panitia KKN Nobel Indonesia, Yuswari Nur, S.E., M.Si menambahkan, ini menjadi momentum untuk mengaplikasi keilmuan yang telah diberikan oleh Dosen semasa bangku kuliah. “Sebagai contoh Nobel itu selalu meninggalkan jejak baik. Pada saat KKN. Seperti di Bantaeng launching saat itu kripik rumput laut yang menjadi oleh-oleh khas Bantaeng,” urainya.

Selain itu, ia meminta agar mereka tetap menjaga etika serta sopan santun selama 40 hari nanti dan menjadikan kegiatan ini tak hanya sebatas formalitas saja menjalani pengabdian pada masyarakat. “Jadi yang pertama dilakukan mendata potensi daerah disana. Kemudian bagaimana mengembangkannya. Kitakan ilmu kewirausahaan sudah ada, sekarang saatnya praktek,” tukasnya.

Sebelumnya, Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia yang akan menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tengah antusias menjalani vaksinasi di Food Court, Selasa (20/07/2022) kemarin.

Kegiatan vaksinasi yang dilakukan bersama Koramil ini diketahui menjadi salah satu persyaratan Mahasiswa untuk mengikuti KKN di Kabupaten Pangkep pada 1 Agustus mendatang. “Waktu kami ke Satgas Covid-19 dapat rekomendasi, rekomendasi pertama keluar dari Sekda, sudah mengeluarkan dari Kesbangpol untuk Nobel bisa KKN di dua kecamatan. Tapi aturan sekarang disana semua kegiatan harus ada rekomendasi dari satgas Covid,” kata Yuswari yang juga Kaprodi Manajemen.

Ia melanjutkan, realisasi vaksin tahap kedua Mahasiswa KKN mencapai 100 persen. Meski demikian pemerintah juga menganjurkan melakukan vaksin jenis booster. Sehingga nantinya bagi yang belum melakukan vaksin booster, Yuswari telah berkoordinasi kepada puskesmas setempat.

“Mau booster dipuskesmas disana (Pangkep) juga bisa. Itu sebenarnya anjuran bahwa aturan pemerintah sebaiknya booster jadi sudah vaksin semua,” terangnya.

Disisi lain, Mahasiswa KKN Nobel Indonesia yang berjumlah 86 orang nantinya akan ditempatkan di dua Kecamatan. Yakni Kecamatan Balocci dan Kecamatan Tondong Tallasa. Yuswari juga menambahkan, pihaknya juga belum lama ini telah bertemu dengan pemerintah setempat.

“Kalau untuk KKN ada dua kecamatan, balocci itu ada 4 kelurahan 1 desa, jadi kita ada 7 posko, ada nanti di Tompobulu sama Balaiangin, mereka welcome, tidak ada masalah sudah koordinasi dengan pihak keamanan setempat, Polsek, Danramil, cuman adik-adik diminta jaga diri aja,” katanya.

“Kalau di Tondong Tallasa itu kami diberikan 2 desa saja, karena ada Unhas dan UNM yang sedang KKN. Ada 7 desa tapi 5 nya dipakai. Unhas sama UNM. Jadi kami fokus dua desa saja, jadi 1 desa itu 3 posko di Desa Bontobirau, Bulutilue,” tukasnya.(*)


BACA JUGA