Pertemuan selada, paru, dan emping melinjo di atas sepiring Gado-Gado Jalan Ranggong. (Foto: Iskandar Achmad/gosulsel.com).
#

Akurnya Pertemuan Selada, Paru, & Melinjo di Gado-Gado Jalan Ranggong

Minggu, 04 Oktober 2015 | 11:00 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Iskandar Achmad - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Meski selada adalah yang paling umum digunakan dalam gado-gado yang berasal dari tanah Jawa, namun di Makassar lazimnya orang memakai kangkung sebagai sayur daunnya. Nah, kalau lagi di Makassar dan mau cicipi bagaimana rasanya gado-gado memakai selada, datang saja ke Jalan Ranggong.

Warung gado-gadonya tak punya nama namun ketika menyebut Gado-Gado Jalan Ranggong, orang di sekitar jalan itu lekas mafhum.

pt-vale-indonesia

Warung gado-gado ini dirintis oleh seorang perempuan bernama Maimunah sekitar 60 tahun silam. Sekarang, usaha yang buka setiap hari dari pukul 8 pagi hingga 6 sore ini dikelola oleh keturunan ke tiga yaitu Saenap.

Saenap sedang menyiapkan seporsi gado-gado. (Foto: Iskandar Achmad/gosulsel.com).

Saenap sedang menyiapkan seporsi gado-gado. (Foto: Iskandar Achmad/gosulsel.com).

Walau sudah keturunan ke tiga tapi cita rasa dari gado-gado ini tidak berubah. Bumbu tetap juga sajian seladanya yang unik ditambah tambahan paru yang tak lazim di atas sepiring gado-gado. Kerupuknya pun tak tanggung yaitu emping melinjo yang hadirkan sedikit sensasi rasa pahit.

“Gado-gado di sini tidak berubah rasanya karena resepnya dari dulu tidak pernah berubah. Untuk isinya, kita biasa pake lontong, kol, tauge, selada, tahu, tempe, telur, dan kita tambahkan paru. Kalau bumbu yang kita gunakan itu memang dari dulu yang tidak berubah,” papar Saenap kepada GoSulsel.com, Sabtu (03/10).

Halaman 2
Warung yang menjual gado-gado di Jalan Ranggong. Warung ini tak membuka cabang di manapun. (Foto: Iskandar Achmad/gosulsel.com).

Warung yang menjual gado-gado di Jalan Ranggong. Warung ini tak membuka cabang di manapun. (Foto: Iskandar Achmad/gosulsel.com).

Dibanderol Rp 20 ribu di masa krisis sekarang ini, Gado-Gado Jalan Ranggong tetap punya peminat yang berdatangan dari pagi sampai sore. Mereka pun berasal dari berbagai kalangan.

“Di sini itu tidak juga ramai sekali tapi ada juga yang datang. Paling rame biasanya itu kalau jam 9 sama kalau makan siang. Yang datang biasa itu penjual di Jalan Somba Opu sama orang kantor. Tapi ada juga dari luar,” ungkap Saenap, lebih lanjut.

Selain gado-gado, di warung ini Anda juga bisa menikmati pecel dan aneka rujak.(*)