Seporsi Coto Maros. (Foto: Iskandar Achmad/gosulsel.com).

Membongkar Rahasia Bumbu Coto Maros

Senin, 05 Oktober 2015 | 11:00 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Iskandar Achmad - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Tetap eksis selama 30 tahun bukanlah perkara mudah bagi sebuah usaha. Seperti yang dilakukan oleh Coto Maros.

Racikan bumbu adalah salah satu faktor penentu larisnya Coto Maros. Untuk itu, GoSulsel.com mencoba membongkar resep bumbu coto yang dijual di Jalan Urip Sumoharjo, samping Masjid Babul Jannah, ini.

Coto Maros yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, samping Masjid Babul Jannah. (Foto: Iskandar Achmad/gosulsel.com).

Coto Maros yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, samping Masjid Babul Jannah. (Foto: Iskandar Achmad/gosulsel.com).

“Kalau masalah pelanggan, dari dulumi banyak pelanggannya. Untuk bahan juga sepertiji coto biasa, sama-sama pake daging. Tapi kalau bumbu yang beda karena ada resep rahasia,” papar Nani yang ditemui saat sedang membungkus sambal dari Coto Maros, Sabtu (03/10).

Yah, ternyata Nani begitu enggan membongkar rahasia bumbu Coto Maros. Nani adalah anak dari H Mustafa Dg Siga, si pemilik Coto Maros. Usaha ini dinamakan Coto Maros tak lain karena keluarga ini berasal dari Maros.

Warung Coto Maros mulai buka pukul 8 pagi sampai pukul 12 malam. Pelanggannya beraneka latar belakang.

Halaman 2
Para pelanggan Coto Maros yang memadati ruang makan warung. (Foto: Iskandar Achmad/gosulsel.com).

Para pelanggan Coto Maros yang memadati ruang makan warung. (Foto: Iskandar Achmad/gosulsel.com).

“Kalau pembeli yang datang banyak, semua orang, ada dari orang kantor, PNS, ada juga biasa dari daerah kan di sini dekat sama perwakilan mobil Liman jadi ada biasa dari daerah singgah makan juga. Pokoknya banyak orang,” lanjut Nani.

Untuk seporsinya, coto di warung ini harganya Rp 17 ribu dan ketupatnya Rp 1 ribu per biji. Meski selalu dipadati pelanggan namun Coto Maros belum mau membuka cabang di tempat lain.(*)


BACA JUGA