Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Audiens dengan Wali Kota Makasaar di ruang kerjanya, Selasa (12/1/2016).

Pengguna KB Aktif di Makasaar Capai 121.892 Pasangan

Selasa, 12 Januari 2016 | 17:15 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Evi Novitasari - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar,GoSulsel.com – Pengguna Keluarga Berencana (KB) di Makassar mencapai 121.892 pasangan atau sebesar 69.31 persen. Sesuai di Badan keluarga berencana (KB) Pemerintah kota Makassar, angka ini merupakan tertinggi di Indonesia mulai Desember 2015.

“Angka ini merupakan peserta KB aktif per mix kontrasepsi per kecamatan se kota Makassar dan angka itu tertinggi di Indonesia,” kata Kepala Badan KB Kota Makassar, Daniel Pakambanan, Selasa (12/1/2016).

Daniel mengatakan, angka itu melebihi target yang diberikan Pemerintah Pusat melalui BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2015 yakni sebesar 91.304 ribu pasangan. Secara nasional rata-rata berada pada angka 2.6 persen angka kelahiran sementara Makassar hanya 1.97 persen angka kelahiran.

“Pencapaian peserta aktif KB kota Makasaar hingga akhir tahun 2015 dari jumlah pasangan usia subur 184,455 dan pasangan subur kita dilapangan 175,857 yang telah mengikuti KB sebanyak 121.892 dengan capaian 69.31 persen, ini jumlah pencapaian terbesar se-Indonesia itu berdasarkan sensus nasional oleh BPS, kan target paling tinggi itu 70 persen secara Nasioal,”ujarnya.



Ia menyebutkan usia pasangan muda berada pada usia 35 tahun ke bawah. “35 tahun ke bawah dokter tidak mau melayani untuk pemasangan KB karena masih tergolong pasang usia subur khusus untuk laki-laki. Dimana Wanita mulai masuk usia subur itu pada usia 20 tahun, sementara laki-laki 25 tahun” pungkasnya.

Halaman 2

Kesempatan terpisah, Kepala Perwakilan badan kependudukan dan keluarga berencana nasioal (BKKBN), Rini Riatik Djohari menyebutkan bahwa berdasarkan data tahun 2014 dimana jumlah pengguna KB aktif sebanyak 23.157 sehingga Pemerintah kota  dapat mengirit APBD sebesar 13 Miliyar lebih.

“Angka kelahiran tercegah pada tahun 2014 untuk Makassar sebanyak 23.157, jika hitung biaya yang dapat dihemat yang dikeluarkan pemerintah adalah sebesar Rp. 13.474.016.350” paparnya. (*)


BACA JUGA