Awal Pengaruh Islam dalam Ayat-Ayat Pemikat Hati Cenning Rara Bugis-Makassar

Selasa, 31 Mei 2016 | 17:57 Wita - Editor: Irwan Idris -

(2) Muhammad makkarawa, Ipatimang ikarawa 
Iyapa namanyameng nyawana.”(nama)”, Ko iya’ naita mata. 
Barakka’ Kunfayakun

Muhammad memegang, Fatimah dipegang
Jiwanya “(nama)” akan tenang jika saya yang dilihatnya.
Atas berkahnya, maka jadilah

pt-vale-indonesia

Pro-kontra Cenning Rara pada masyarakat Bugis-Makassar

Pada perkembangan masyarakat Bugis dan Makassar, masih banyak yang mempercayai, lalu mempraktekkan mantra-mantra pemikat hati lawan jenis tersebut. Namun, tak sedikit pula yang menentang pengamalan Cenning Rara.

Bagi masyarakat yang mengamalkan do’a-do’a Cenning Rara, mereka berkeyakinan bahwa Doang/Paddoangngang (bacaan do’a) pemikat hati tersebut adalah warisan leluhur yang tak menyalahi ketentuan-ketentuan Ilahiah. Sebab, pada beberapa teks do’a Cenning Rara terdapat roman ketauhidan pada Tuhan Yang satu.

Sebaliknya, kelompok masyarakat yang menolak pengamalan do’a Cenning Rara, berpandangan bahwa segala ketentuan Tuhan pada manusia telah dituliskan dalam suratan takdir masing-masing, termasuk jodoh. Terlebih, jika ilmu Cenning Rara disalahgunakan oleh mereka yang telah berkeluarga, namun tetap mencari pasangan yang lain.

 

Halaman:

BACA JUGA