Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombel Pol Barung Mangera.
#

Polisi Terkendala Ungkap Kasus Kematian Mahasiswi Kedokteran UMI

Rabu, 08 Juni 2016 | 19:00 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Fauzan - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Aparat Kepolisian saat ini dihadapkan dengan berbagai macam kendala dalam pengungkapan kasus dugaan penganiayaan hingga berujung maut yang dialami oleh Rezky Evienia Syamsul (22) saat mengikuti kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, beberapa saat lalu.

Betapa tidak, pihak keluarga pagi tadi, Rabu (8/6/2016) sekira pukul 10.00 Wita telah mencabut laporan resminya ke pihak kepolisan karena enggan makam mendiang Rezky digali ulang demi kepentingan Otopsi. Selain itu aparat kepolisian juga harus dihadapkan dengan kondisi psikologis pihak keluarga yang masih berduka setelah kepergian Rezky untuk selama-lamanya.

“Polisi juga manusia, kita harus dihadapkan dengan berbagai macam rintangan untuk mengungkap kasus ini, pertama laporan resmi dari pihak keluarga telah dicabut, belum lagi kita dihadapkan dengan kondisi psikologi keluarga yang masih berduka,” kata Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat ditemui, Rabu (8/6/2016).

Barung melanjutkan, jika akan dilakukan otopsi nantinya terhadap jenazah Rezky itu berarti aparat kepolisian harus menggali makamnya, dan itu sangat bertentangan dengan budaya masyarakat sulawesi.

Meski demikian, Barung berjanji akan menuntaskan kasus dugaan penganiayaan berujung maut yang dialami mahasiswi Fakultas Kedokteran angkatan 2014 ini.

“Pasti akan dituntaskan, ada tahapan yang harus dilewati, yang jelas soal teknis dan taktis tidak bisa kami jelaskan ke publik,” jelas Barung.(*)


BACA JUGA