Warga Toraja demo di DPRD Toraja

Pendemo Nyanyikan Lagu Kematian di Depan Gedung DPRD Toraja

Senin, 15 Agustus 2016 | 19:00 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Titus - Go Cakrawala

Toraja, GoSulsel.com – Puluhan Massa Pemuda Toraja kembali mendatangi Gedung DPRD Tana Toraja, Jl Jend Sudirman, Kecamatan Makale, Tana Toraja untuk menggelar aksi dengan membawa keranda mayat serta membakar ban, Senin (15/8/2016).

Puluhan massa juga melakukan aksi Ma’ badong (nyanyian kematian) di depan Gedung DPRD Tana Toraja untuk menyampaikan Aspirasi Masyarakat Toraja Tentang Issue pemindahan Bandara Buntu Kuni ke Bua.

“Kami tidak rela jika berhenti. Kami telah mengobankan Liang (makam batu) leluhur kami untuk dipindahkan. Ini penghinaan bagi kami bagi budaya orang Toraja,” tegas Rasyid Mappadang salah seorang warga Mengkendek yang juga salah satu makam keluarganya dipindahkan untuk kepentingan bandara.

Masyarakat sekitar pembangunan bandara sudah merelahkan memindahkan Liangnya (Kuburan Batu) untuk proses pembangunan bandara. “Ini sebuah bukti nyata bahwa masyarakat Toraja sangat mengharapakan ada bandara di Toraja. Kalau bandara Buntu Kuni’ mau dibatalkan, Pemerintah Pusat dan DPR RI harus bertanggung-jawab dengan Kuburan yang telah dipindahkan dan ini tidak bisa dihitung dengan materi. Pemerintah Pusat dan DPR RI jangan seenaknya mengambil tindakan tanpa berfikir akibatnya bagi masyarakat Toraja karena sudah mengorbankan Kuburann (memindahkan mayat dari kuburan batu) untuk kepentingan bandara,” Tegas Pemuda Toraja James Batara, SH, saat menyampaikan orasinya di depan Gedung DPRD Tana Toraja.



Pemuda Toraja memintah pemerintah Kabupaten Tana Toraja untuk menyampaikan Tuntutan Masyarakat Toraja diantaranya, Bandara Buntu Kuni’ harga mati harus jadi, Liang (Kuburan) masyarakat sekitar bandara yang sudah di pindahkan merupakan wujud kepedulian Orang Toraja terhadap Pembangunan Bandara, Kementerian Perhubungan dan anggota DPR RI Komisi 5 harus bertanggung jawab terhadap pembangunan Bandara Buntu Kuni’, dan Presiden Jokowi jangan tutup mata dengan persoalan ini.

Halaman:

BACA JUGA