FOTO: Bhabinkamtibmas Samata, Brigpol Basir bersama Daeng Jarre/IST

Keren, Begini Cara Polisi di Gowa Bikin Insaf ‘Dewa Mabuk’

Sabtu, 14 Januari 2017 | 17:29 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Degina Adenesa  - GoSulsel.com

Gowa, Gosulsel.com – Saban malam di tahun 2010, Jarre Daeng Nyikko berjalan sempoyongan sehabis menenggak minuman keras. Saat cairan alkohol menguasai alam sadarnya, pria 50 tahun itu kerap memecah ketenangan warga sekitar. Ia bahkan gemar menggampar istrinya. Pasangan hidupnya itu ia jadikan sasaran keberingasan jiwanya yang tak terkontrol karena pengaruh ballo’.

Muak pada kelakuan Jarre, tokoh masyarakat yang juga tetangga rumahnya di Jalan Makkawari, Kelurahan Samata, Gowa, Makku Daeng Liong menceritakan tindakan tak terpuji Jarre ke petugas Bhayangkara Pembina Keamanandan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Samata.

Petugas Bhabinkamtibmas itu, Brigpol Basir dari Polsek Somba Opu lalu memutar otak, memikirkan cara untuk menarik Jarre keluar dari ketergantungan pada minuman keras. Bukan menindak dengan sergapan, kemudian menyeret Jarre ke jeruji. Brigadir Polisi itu menemui Jarre, berbicara dari hati ke hati, dari seorang pria ke pria lain. Basir tahu persis tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas; mendengar keluhan masyarakat, melakukan mediasi, juga penyadaran hukum pada masyarakat.

FOTO: Brigpol Basir bersama Dg Bantang (baju orange) dan Dg Tola "Dewa Mabuk" (baju hijau)/IST

FOTO: Brigpol Basir bersama Dg Bantang (baju orange) dan Dg Tola “Dewa Mabuk” (baju hijau)/IST

Dari pembicaraan itu, Basir sampai pada satu kesimpulan bahwa Jarre berkelakuan buruk karena tekanan hidup dari statusnya sebagai pengangguran. Brigpol Basir kemudian menemui salah satu pengembang perumahan yang sementara membangun di daerah Samata. Basir meminta agar perusahaan pengembang tersebut menerima Jarre bekerja sebagai petugas keamanan (security). Gayung bersambut, pimpinan Mega Park Recidence setuju mempekerjakan Jarre.

Tahu bahwa dirinya diterima bekerja, Jarre begitu gembira. Sejak itu, ia bersumpah pada Brigpol Basir untuk tidak lagi menyentuh minuman haram, mengganggu warga, terlebih ia begitu menyesal pernah menganiaya istrinya sendiri. Jarre bekerja selama lima tahun, dari 2010 hingga 2015. Ia berhenti sebagai petugas keamanan Mega Park Recidence karena sakit yang dideritanya.

Selain Jarre, Brigpol Basir juga melakukan hal yang sama pada beberapa preman dan oknum warga Samata yang sering berbuat onar. Bahkan, Basir berhasil menginsyafkan Daeng Bantang, lelaki 47 tahun, dan Daeng Tola yang terkenal dengan julukan “Dewa Mabuk” Kelurahan Samata.

Halaman:

BACA JUGA