Penumpang menaiki pesawat yang akan berangkat saat arus balik di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (10/7/2016). GO CAKRAWALA/ZUL KIFLI

Angkasa Pura Lakukan Simulasi Penanganan Kecelakaan Pesawat

Kamis, 16 Maret 2017 | 19:05 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Risal Akbar - Go Cakrawala

Makassar, Gosulsel.com – Sebuah pesawat Losari Air dengan nomor penerbangan MKS090 dari Haneda menuju Makassar jatuh dan terbakar sebelum memasuki runway 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat Airbus 330-200 dengan kode registrasi PK-UPG tersebut kehilangan kendali dan jatuh di area luar pagar bandara, tepatnya pada gridmap C6 di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Petugas Air Traffic Control (ATC) segera menyalakan crash bell dan menginformasikan petugas watchroom. General Manager Bandara Sultan Hasanuddin Makassar segera mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC). 

Petugas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) langsung menuju lokasi kecelakaan, memadamkan api, dan mengevakuasi korban. Dari keterangan petugas ARFF, diketahui bahwa pesawat tersebut mengangkut 205 orang penumpang dan 13 orang kru pesawat, dengan rincian 30 orang meninggal, 81 orang luka berat, dan 49 orang luka ringan.

Skenario tersebut merupakan bagian dari pelatihan keadaan kegawatdaruratan “Full Excercise” yang merupakan latihan penanggulangan kecelakaan pesawat.

Humas Angkasa Pura 1, Turah Ajiari menjelaskan, pelatihan tersebut dilaksanakan untuk menguji Kesiapan Peralatan, Kesigapan Petugas, dan Pelaksanaan SOP, sehingga apabila terjadi keadaan gawat darurat yang sesungguhnya maka dapat diatasi dengan baik.

“Pelatihan ini sangat penting dilaksanakan karena untuk menguji kesiapan jalur komunikasi internal dan pihak eksternal sebagaimana SOP yang berlaku,” kata Turah, usai simulasi tersebut.

Latihan tersebut menurutnya melibatkan sejumlah instansi untuk memastikan apabila benar-benar terjadi keadaan yang demikian, maka semua pihak yang terkait sudah mengetahui harus mengambil langkah apa.

“Sebagaimana ketentuan yang berlaku, kami pengelola bandara bertanggung jawab atas keamanan bandara, namun apabila terjadi permasalahan hukum khususnya pidana maka itu menjadi ranah pihak berwenang,” katanya.

Di samping penanganan pada saat kejadian, dalam simulasi tersebut juga dilakukan latihan penanganan pasca kejadian meliputi penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi Greeters Meeters serta penanganan terhadap media melalui simulasi kegiatan Media Handling


BACA JUGA