Mahasiswa asal Sulsel yang menghuni Wisma Latimojong di Bogor menggelar aksi penolakan eksekusi bangunan wisma/Kamis, 27 April 2017/IST

Eksekusi Lahan Asrama Mahasiswa Sulsel di Bogor Diwarnai Kerusuhan

Kamis, 27 April 2017 | 19:44 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Harlin - Go Cakrawala

Bogor, Gosulsel.com – Sejumlah mahasiswa asal Sulawesi Selatan yang berada di Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana eksekusi asrama yang mereka tempati selama bertahun-tahun di Wisma Latimojong, Jalan Dr Semeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (27/04/2017).

Puluhan mahasiswa tersebut sebelumnya berkumpul di Wisma Latimojong kemudian menutup akses pintu masuk sebagai bentuk penolakan. Sejumlah aparat kepolisian pun disiagakan di lokasi tersebut untuk mengantisipasi tindak kerusuhan.

Mahasiswa bertahan di depan gerbang Wisma Latimojong sambil berorasi menyatakan resistensi. Suasana pun semakin mencekam setelah aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP Kota Bogor berkumpul untuk segera melakukan eksekusi.

“Kami menolak eksekusi lahan yang dilakukan oleh Mafia tanah, Asrama ini sudah banyak melahirkan orang-orang besar di Sulawesi Selatan,” ucap Yusuf Jalil, salah seorang peserta aksi ketika dikonfirmasi, Kamis (27/04/2017).

Menurutnya, Wisma Latimojong adalah aset milik Pemprov Sulsel yang diperuntukkan bagi mahasiswa asal Sulsel. “Kami hanya mencoba mempertahankan Aset daerah kami (Sulsel) di rantau orang yang sejak dulunya asrama ini sudah di huni oleh senior-senior sejak 1958 dan mencetak banyak orang hebat lahir dari asrama ini, satu di antaranya bapak Said Didu,” kata Yusuf Jalil, alumni S1 Stiem Bongaya Makassar ini.

Namun, ketika ditanya kondisi terakhir, pria yang kerap disapa Ucu itu mengatakan keadaan sudah kondusif setelah kabarnya Gubernur Sulsel menelpon Wali Kota Bogor.

Halaman:

BACA JUGA