Terkait rencana eksekusi asrama mahasiswa asal Sulawesi Selatan di Kota Bogor yang menuai penolakan, Kamis (27/4/2017), Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) angkat bicara.

SYL Minta Penundaan Eksekusi Asrama Mahasiswa Sulsel di Bogor

Kamis, 27 April 2017 | 20:49 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, Gosulsel.com — Terkait rencana eksekusi asrama mahasiswa asal Sulawesi Selatan di Kota Bogor yang menuai penolakan, Kamis (27/4/2017), Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) angkat bicara.

Syahrul menegaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Syahrul bahkan meminta agar eksekusi tersebut ditunda sambil menunggu hasil PK yang saat ini tengah berproses di Mahkamah Agung.

“Saya sudah meminta pihak pemerintah kota Bogor serta Kapolres setempat agar dalam penanganan kasus ini tidak menggunakan kekerasan. Hal ini untuk mengantisipasi masalah yang lebih besar,” kata Syahrul kepada Gosulsel.com, Kamis (27/04/2017).

Terkait penolakan dari mahasiswa yang sudah menempati asrama tersebut selama bertahun-tahun, Syahrul mengimbau agar tetap tenang. Semua pihak diharapkan tidak terpancing dengan isu yang beredar dan bersama-sama menunggu hasil dari proses hukum yang tengah ditempuh Pemprov Sulsel saat ini.

Seperti diberitakan, Pengadilan Negeri Bogor berencana untuk mengeksekusi atau mengambil alih secara paksa wisma mahasiswa Latimojong di  Jalan Semeru Nomor 27 Kota Bogor pada hari ini. Eksekusi tersebut berdasarkan surat penetapan ketua PN Bogor tanggal 30 Desember 2016 dengan nomor: 17/Pdt/Eks/2016/PN.Bgr jo No.61/Pdt.G/2012/PN.Bgr.

Namun di sisi lain, Pemprov tetap berusaha mempertahankan tempat domisili mahasiswa asal Sulsel yang tengah menuntut ilmu di kota hujan tersebut melalui proses hukum lanjutan.(*)


BACA JUGA