FOTO: Deng Ical dalam dialog bersama KPA Pinisita/Rabu, 1 Maret 2017/Degina Adenessa/Gosulsel.com
#

“Kekuatan IAS Berada di Deng Ical, Bukan di Danny Atau ARA”

Kamis, 18 Mei 2017 | 14:29 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, Gosulsel.com — Manuver bakal calon Wali Kota jelang Pilwalkot Makassar mendatang kian memanas. Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mulai memperlihatkan kekuatan dengan mengganding loyalis garis keras mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin (IAS).

Hal ini terlihat setelah koordinator tim jaringan IAS Kota Makassar, Basdir terlibat dalam komunikasi politik yang dilakukan oleh Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal.

Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) Andi Luhur Prianto menilai bahwa secara simbolik, faksi Deng Ical di Demokrat merupakan pelanjut kekuatan jaringan IAS. Apalagi saat ini Deng Ical terus didampingi oleh Koordinator Jaringan IAS Kota Makassar, Basdir.

“Kehadiran Basdir, loyalis garis keras IAS melegitimasi bahwa kekuatan IAS kini berada di Deng Ical. Bukan di Danny dan bukan di ARA,” tuturnya.

Dia menuturkan, tidak bisa dianggap remeh kekuatan Deng Ical dan IAS di Demokrat, di level provinsi atau DPD saja Deng Ical berhasil membuat “sudden death” hingga akhirnya bertahan sebagai Sekretaris.

“Soal kekuatan dan jejaring IAS saya kira masih terpelihara dan berpengalaman melakukan kerja – kerja politik secara spartan. Meskipun tentu tidak sebesar Pilwakot sebelumnya, tapi saya kira jejaring IAS ini tetap menentukan,” telisiknya.

Lanjut Luhur, keseriusan Deng Ical mendaftar di partai – partai politik lain mengisyaratkan Deng Ical akan serius menantang Wali Kota petahana, Danny Pomanto di Pilwalkot mendatang.

“Sekaligus Deng Ical pecah kongsi dengan Danny Pomanto. Di sisi lain ARA juga mendaftar dan mengisyaratkan diri siap menjadi wakil Danny Pomanto. Dan fragmentasi antar faksi di internal Demokrat tetap terjaga,”tandasnya.(*)

 


BACA JUGA