Logo Pemprov Sulsel
Logo Pemprov Sulsel

Bendung Baliase di Lutra Segera Rampung, Progres Pembangunannya 85%

Senin, 26 Februari 2018 | 17:52 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar,GoSulsel.com – Selain tiga bendungan yang saat ini sedang dibangun di Sulsel. Satu bendung juga dalam tahap penyelesaian, yaitu Bendung Baliase di Kabupaten Luwu Utara. 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ)  Iskandar T mengatakan potensi air sangat besar dimiliki Sulsel. Karena itu dioptimalkan dengan membangun Daerah Irigasi Baliase. 

Proyek ini terdiri dari pembangunan Bendung Baliase dan saluran irigasi sekunder sepanjang 207 km serta saluran pembuang sepanjang 114 km. Nantinya luas lahan potensial yang bisa memanfaatkan irigasi ini mencapai 21,9 ribu ha, sementara luas lahan fungsional saat ini baru mencapai 5,9 ribu ha. 

Pembangunan daerah irigasi yang sangat luas ini membutuhkan waktu selama 3 tahun sejak November 2015 hingga November 2018. Anggaran Kementerian PUPR yang dibutuhkan mencapai Rp215 miliar. 



“Di lapangan, sedang dibangun jaringan irigasi, untuk bendungan, progresnya sudah mencapai 85 persen dan penyelesaian kantong lumpur disisi sebelah kanan. Penataan kawasan sudah dimulai dan seluruh wilayah Bendung Baliase akan kita tanami tanaman produktif,” jelas Iskandar.

Progres pembangunan bendung ini cukup baik dibandingkan tiga bendungan lainnya. Mulai dari Bendungan Paselloreng di Wajo yang baru mencapai 70 persen, Bendungan Karalloe di Gowa baru 40 persen dan Bendungan Pamukkulu di Takalar yang baru memulai tahapan pembebasan lahan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso menjelaskan pembangunan bendungan akan dilengkapi dengan pembangunan jaringan irigasi yang disebut sebagai Irigasi Premium atau irigasi yang mendapat jaminan suplai air bendungan. 

Dengan demikian, biaya pembangunan bendungan yang mahal, dapat dipastikan airnya mengalir sampai ke sawah petani dan sumber air baku masyarakat.  

“Irigasi yang suplai airnya bukan dari bendungan, cropping intensity-nya 1-1,5 kali. Dengan suplai air yang berkelanjutan dari bendungan, akan meningkat menjadi 2,75 kali,” kata Dirjen SDA Imam Santoso. (*) 


BACA JUGA