Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Je'neberang (BBWSPJ) Sulsel, Supardji disela meninjau Bendungan Bili-Bili, Sabtu (8/2/2020)

Tinjau Bendungan Bili-Bili, Kepala BBWSPJ: Debit Air Masih di Bawah Normal

Sabtu, 08 Februari 2020 | 15:47 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — Cuaca beberapa hari terakhir cukup ekstrem. Hujan dengan curah tinggi turun mengguyur. 

Meski demikian, tak berpengaruh terhadap Bendungan Bili-Bili. Kondisi debit air di waduk terbesar di Sulsel itu masih jauh di bawah ambang normal. 

“Bendungan Bili-Bili aman. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Debit air jauh dibawah ambang normal,” ujar Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Je’neberang (BBWSPJ) Sulsel Ditjen SDA Kementerian PUPR RI, Supardji, disela meninjau kondisi Bendungan Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu, Sabtu (8/2/2020).

Saat ini, kata Supardji, kondisi debit air Bendungan Bili-Bili berada di posisi 93, 30 meter. Masih sangat jauh di bawah debit normal yaitu 99, 50 meter. BMKG kepada pemda polisi. 



“TMA yang normal berada pada angka 99,50 meter. Jika sudah di atas 100 meter, baru dalam status siaga. Artinya, bendungan harus membuka pintu airnya atau spilway tinggi-tinggi untuk mengurangi tekanan air pada dinding waduk,” terangnya. 

Alumnus Fakultas Tekhnik Universitas Hasanuddin (Unhas) ini pun mengaku pihaknya akan terus memonitor ketinggian air di waduk. Termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BMKG dan BPBD serta Pemda dan aparat kepolisian jika ketinggian air di Waduk Bili-Bili meningkat akibat cuaca ekstrem. 

“Kita terus pantau kondisi debit air. Termasuk berkoordinasi dengan BMKG dan pihak terkait lainnya,” pungkas Supardji.(*)


BACA JUGA