Lembaga Seni Latoa Garap Filem Pendek di Al Markaz Maros

Selasa, 05 Juni 2018 | 04:11 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

Maros,GoSulsel.com – Crew lembaga seni Latoa telah menggarap filem pendek berjudul “uang naik versus uang turun”. Film ini berceritra tentang 4 sahabat yang didesak menikah namu, belum menemukan jodohnya. 

Salah satu spot untuk pengambilan gambar di salah satu icon kota Maros yakni, Masjid Al Markaz Al Islami. Sutradara dari filem uang naik versus uang turun Olang Sukardi mengatakan, spot shooting kali ini sengaja menonjolkan nuansa religi. Sebab, Maros kuat dengan Kabupaten Syariah. 

“Di Maros ini terdapat banyak pesantren juga kuat dengan Syariahnya. Sehingga, sebisa mungkin kami garap filem ini dengan tidak keluar dari pada Syariah,” kata Olah Sukardi, Senin (4/6/2018).

Filem ini juga sengaja diramu dengan sarat nilai pendidikan didalamnya. Pasalnya, filem bisa mempengaruhi siapa saja yang menonton,”tokoh-tokohnya juga kita sengaja islami. Biar masyarakat yang menonton bisa jadikan contoh yang baik,” lanjutnya. 

Untuk seri filem ini, sudah memasuki evisode yang keempat. Dimana, dalam salah satu pemerannya melibatkan aktor senior dari Makassar yang juga pemeran disalah satu filem “Maipa Deapati”, yakni Syahrial Tato. 

“Dalam seri ini kami juga libatkan aktor senior asal Makassar, salah satunya yakni Syahrial Tato yang mengambil peran Ba’ba di uang naik versus uang turun,” ujar salah satu crew Fahmi Kurniawan.

Dalam menggarap filem-filem pendek, Lembaga Seni Latoa bukanlah hal yang pertama kali dilakukan. Sudah ada banyak seri yang lahir dari seniman-seniman yang tergabung di lembaga tersebut. 

Dari filem ini iya berharap agar kedepannya bermunculan sineas-sineas muda di Maros.(*) 


BACA JUGA