Ilustrasi
#

Kader Potensialnya Hengkang ke Partai Lain, Partai Golkar Gowa Diambang ‘Kehancuran’

Rabu, 18 Juli 2018 | 20:56 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Afrilian Cahaya Putri - GoSulsel.com

Gowa, Gosulsel.com — Partai Golkar Kabupaten Gowa dinilai berada di ambang ‘kehancuran’, 9 kader potensial hengkang ke partai lain, lima diantaranya ke partai baru, yakni Perindo. Hal ini diketahui pasca pendaftaran berkas Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di KPU tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Golkar yang periode sebelumnya berhasil mengontrol kursi pimpinan ditinggalkan oleh Caleg petahananya. Padahal diketahui, 9 kader itu telah memiliki pengalaman tanding dan kekuatan elektoral yang teruji. 

Tidak hanya itu saja, selama 5 sampai 10 tahun di DPRD Gowa, tentu diantaranya telah memiliki konstituen yang militan.

Sekretaris DPD Perindo Gowa, Rafiuddin saat dikonfirmasi via telepon, membenarkan kabar tersebut, Rabu (18/7/2018). 

Rafiuddin mengatakan, keempat kader Golkar tersebut yakni Kasim Sila dari Dapil IV dataran tinggi, Irmawati Haeruddin dari Dapil II, Hasmawati Daeng Lino Dapil VII, dan Samsuarni Daeng Taco. 

“Kalau Ansar Zainal Bate kan di Provinsi yah. Jadi empat ini saja yang sudah daftar ke Perindo,” ujarnya.

Sementara, Istri Wakil Bupati Gowa, Mussadiyah Rauf sendiri diketahui memilih partai Demokrat, kendatipun sebelumnya mendaftar ke Perindo. 

“Awalnya memang mendaftar ke Perindo, tapi detik-detik terakhir baru pindah ke Demokrat,” ujarnya. 

Sementara, Akbar Danu yang juga merupakan kader Golkar dikabarkan pindah ke Nasdem Dapil V. 

Saat ditanya terkait alasan keempat kader Golkar tersebut hijrah ke Perindo, Rafiuddin mengungkapkan, dua orang diantaranya, Kasim Sila dan Irmawati Haeruddin dasarnya ada pemecatan. Sementara Hasmawati Daeng Lino, dan Samsuarni Daeng Taco menurutnya bahwa saat ini Golkar sedang kacau. 

“Kalau Kasim Sila dan Irmawati itu memang ada pemecatan sebelumnya sehingga mereka mencari partai baru yang dianggap berpotensi, mereka menganggap partai ini adalah partai masa depan, dan mampu menjadi partai besar kedepan. Sedangkan Syamsuarni dan Hasmawati itu juga menginginkan partai baru, karena menurut mereka kondisi Partai Golkar saat ini di Gowa sudah tidak menjanjikan untuk duduk di kursi parlemen,” jelasnya.(*)


BACA JUGA