Ditegur Karena Salah Parkir, Anak Mantan Sekda Ini Berselisih Dengan Wartawan TVRI

Kamis, 19 Juli 2018 | 18:24 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Afrilian Cahaya Putri - GoSulsel.com

Gowa, Gosulsel.com — Sikap tak menyenangkan diperlihatkan seorang PNS dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gowa, Dienul Akmal Baharuddin Mangka.

Anak mantan Sekretaris Pemkab Gowa periode 2015 lalu itu mencari masalah dengan wartawan senior TVRI yang posting Gowa, Hamid.

Dari keterangan Hamid, peristiwa itu terjadi kemarin di halaman parkir kantor Bappeda.

“Saya dari kantor Catatan Sipil Gowa mau keluar, saya kan bawa motor. Sedangkan mobilnya itu anak (Dienul) mau parkir tapi parkirnya tidak jelas. Maju mundur. Mau tutup jalan, jadi saya bilang mau kemana ini mobil,” ujarnya Kamis (19/7/2018).

Setelah Hamid berhasil keluar parkiran, Dienul meneriaki dirinya dari dalam mobil.

“Saya sudah jalan ini, dia klakson sambil teriak, apa ko bilang?. Saya balik ke mobilnya. Saya tanya apakah tadi saya bilang, mau kemana ini mobil. Dia jawab urusan ku. Ini kantor ku. Kenapa kau pusing atur parkiran,” katanya mencontohkan.

Berpikir tak ingin menambah panjang masalah, Hamid kembali ke motornya dan berbalik pulang.

Namun lagi-lagi Dienul membunyikan klakson. Karena dipenuhi emosi, Hamid lalu kembali lagi.

“Saya langsung buka pintu mobilnya tarik keluar, hampir saya pukul. Syukur berteriak semua orang disitu. Jangan ki pukul pak. Saya pikir mah juga sudah tua. Jadi langsung pulang,” katanya lagi.

Dikiranya masalah selesai, malam harinya, Dienul mengirimkan SMS ke Hamid.

Isi SMS itu masih mempermasalahkan persoalan sebelumnya.

“Bukan urusan mu urusi parkiran. Kau yang cari gara-gara urusi parkiran Bappeda. Begitu katanya,” ujarnya.

Dia juga sampai mengirimkan alamat rumahnya lengkap dengan keterangan rumah mantan Sekda Gowa dan biasa nongkrong di Warkop Dottoro.

“Saya anaknya (mantan Sekda). Carima. Saya ndak lari. Saya kenal baik siapa kau. Begitu na SMS ka,” ujarnya.

Sementara itu, Dienul yang dikonfirmasi via Whatsapp membantah tudingan tersebut. 

“Saya tdk menantang. Kemarin pak Hamid yang mau pukul saya duluan, saya ndak bawa nama bapak saya,” ujarnya.(*)


BACA JUGA