Mengukur Kekuatan Istri Kepala Daerah yang Maju di Pileg

Senin, 20 Agustus 2018 | 09:46 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Pileg 2019 menjadi ajang pertarungan istri Kepala Daerah di Sulsel. Hal ini tercermin dari daftar Caleg Parpol, sejumlah istri kepala daerah ramai-ramai berebut tahta kursi wakil rakyat.

Bagaimana peluang menang dan kekuatan istri Kepala Daerah?. Manager strategi Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy mengatakan, kekuatan istri kepala daerah diyakini sangat besar membantu perolehan suara partai.

“Mengingat endorsment sang suami tentu akan all out membantu sang istri. Kewenangan dan koneksi yang yang dimiliki sang suami diharapkan membantu kerja elektoralnya,” kata Nursandy, Minggu (20/8/2018).

Mengacu pada kekuatan itu, peluang istri Kepala Daerah sangat terbuka untuk merebut 1 kursi di parlemen. “Mengacu pada kekuatan yang dimiliki maka peluang istri kepala daerah untuk duduk di parlemen sangat terbuka lebar,” ucapnya.



Lebih jauh dia mengatakan, banyaknya istri kepala daerah yang maju di Pileg bukanlah sesuatu yang baru di era demokrasi elektoral kita. Meski memang di Sulsel menjadi fenomena tersendiri jika mengacu pada kuantitas caleg yang berstatus istri kepala daerah.

“Majunya istri kepala daerah di sebabkan karena suami atau kepala daerah juga menjadi kader Parpol dan hal itu bagian dari strategi parpol dalam mendongkrak suara elektoral,” lanjutnya.

Selain itu, memang ada suatu hal sehingga Parpol harus bekerja keras merekrut Caleg potensial. Angka parlementery treshold 4 persen memang dirasa cukup tinggi bagi sebagian parpol.

“Hal ini memicu parpol untuk menjaring caleg yang mampu memberikan insentif elektoral ke partai. Salah satu opsi instan yang diyakini adalah istri kepala daerah,” tandasnya.(*)


BACA JUGA