#,

Serius Jadi Caleg, Tujuh ASN Bulukumba Mundur Dua Diantaranya Mantan Kadis

Rabu, 29 Agustus 2018 | 22:31 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Kontributor: Asmaun - Gosulsel.com

Bulukumba, GoSulsel.com — Tampaknya magnet kursi legislatif cukup menggiurkan banyak orang dan dari berbagai kalangan. Beragam profesipun rela ditanggalkan dari rutinitas lamanya demi mendapatkan status sebagai wakil rakyat di parlemen. 

Malah, sebagian orang yang menduduki posisi strategis di eksekutif memilih mengundurkan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bisa bertarung di pemilu 2019. 

Seperti tujuh ASN yang telah menyerahkan pengunduran dirinya ke lembaga penyelenggara pemilu KPU Bulukumba karena ikut menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg) 2019. Mereka mengajukan pengunduran diri dan siap turun berlaga di arena kontestasi pemilihan calon legislatif (Pilcaleg) 2019. 

Dari tujuh ASN tersebut enam diantaranya adalah, Muh Sabir eselon dua dari Demokrat asal pemilihan IV, Pasakai eselon dua dari PKS Dapil I. Keduanya adalah mantan Kepala BKD dan mantan Kadis Tata Ruang. Amiruddin dari partai PKB, Abdul Hakim dari partai Gerindra, H Jamaluddin Tayibu partai Nasdem dan Hj Andi Batari dari partai Berkarya (Guru).



Komisioner KPU Bulukumba, Wawan Kurniawan menjelaskan, sebemarnya ada 10 bacaleg yang bakal maju dari latar belakang profesi yang digaji oleh negara dimana dalam aturan untuk maju di kontestasi poltik Pilcaleg harus mengundurkan diri. 

“Selain tujuh ASN, tiga lainnya adalah Kepala Desa dan dua perangkat desa. Ya mereka harus mundur setelah terdaftar Caleg dan berkas tidak bisa ditarik lagi,” kata Wawan, Rabu (29/8/2018).

Menurutnya, mereka sudah memasukkan persyaratan calon Legislatif dan terpenuhi semua. Andai tidak memasukkan berkas pengunduran diri atau pernyataan sedang status ASN nya di proses pasti akan di TMS kan.

Salah seorang bacaleg, Abdul Hakim, yang ASN sebelumnya menjabat Sekdes Desa Bonto Baji, Kecamatan Kajang, mengaku siap maju dan menjadi anggota DPRD. 

“Selalu ada pengorbanan untuk sebuah perjuangan dan kebaikan yang lebih besar manfaatnya. Keputusan ini saya ambil dan sudah dibicarakan secara matang bersama keluarga besar dan tokoh masyarakat,” katanya.(*)


BACA JUGA