Sandiaga Uno

Antara Kader Parpol atau Non Parpol, Begini Plus-Minus Ketua Tim Prabowo-Sandi

Jumat, 31 Agustus 2018 | 13:57 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Koalisi pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno berencana mengusulkan Ketua Tim pemenangan diluar dari kader partai politik. Hal ini berdasarkan hasil pertemuan yang dilakukan koalisi Parpol Prabowo-Sandi beberap waktu lalu.

Ketua tim diluar dari kader Parpol memang memiliki keunggulan tersendiri, tetapi bukan berarti hal itu memiliki kekurangan di internal tim. 

Manager pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy yang dikonfirmasi berkaitan hal tersebut tidak menepis, bahwa memang tim dari eksternal Parpol memiliki plus – minus.

“Jika benar koalisi parpol Prabowo-Sandi akan dikomandoi oleh figur non parpol, maka harus memiliki akseptabilitas yang baik di mata parpol dan masyarakat. Memiliki kadar ketokohan yang tinggi dan punya magnet elektoral yang mumpuni,” kata Sandy, sapaan akrabnya, Jumat (31/8/2018).

Dia mengatakan, keunggulan tim koalisi Prabowo-Sandi jika dipimpin oleh figur non parpol tentu bisa mencairkan ego masing-masing parpol koalisi. Soliditas diantara parpol bisa diwujudkan. 

“Tapi jika salah menentukan figur maka harmonisasi yang ingin dibangun dalam koalisi bisa terganggu, konsolidasi dan kerja politik koalisi bisa terhambat,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto. Menurutnya, kemungkinan tersebut juga ada baiknya. Terlebih lagi, dalam kondisi dimana kontestasi Pilpres 2019 kali ini berbarengan dengan Pileg 2019.

“Ada baiknya juga kalau Ketua Tim itu bukan tokoh sentral di partai politik. Di samping pergerakannya tidak lagi terbebani target-target perolehan suara di Pileg, juga bisa lebih fleksibel berkonsolidasi dengan koalisi partai politik, relawan dan tim pemenangan lainnya,” kata Luhur.

Hanya saja dia menyarankan kepada koalisi Prabowo-Sandy untuk berhati-hati memilih figur non Parpol yang akan diplot menjadi Ketua Tim. Dia menyarankan beberapa syarat yang perlu diperhatikan.

“Syaratnya, tokoh itu harus derajat akseptabilitasnya tinggi di kalangan koalisi partai politik. Sebab kalau tingkat ketokohan atau penerimaan pada sang ketua itu rendah, maka bisa dipastikan gerbong tim pemenangan akan mogok atau tidak berjalan,” jelasnya.

Namun, dibanding figur non parpol, Luhur mengaku masih cenderung lebih baik jika parpol koalisi Prabowo-Sandi tetap meminang figur dari parpol atau yang dengan background politisi.

“Sebaiknya tetap politisi, tetapi di dukung kuat tokoh-tokoh berpengaruh di daerah ini,” tutupnya.(*)




BACA JUGA