Presiden RI, Jokowi dan istrinya Iriana Joko Widodo saat meninjau proyek kereta api di Barru, Rabu (25/11/2015).

Kehadiran Jokowi di Makassar Disambut 11 Permintaan HMI Cagora

Sabtu, 22 Desember 2018 | 09:56 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Ryan Saputra - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya menggelar konsolidasi terkait kedatangan Presiden Jokowi di Makassar. Jokowi tiba di Makassar, Sabtu (22/12/2018) dinihari tadi di Lanud TNI Angkatan Udara Sultan Hasanuddin, sekira pukul 00.23 WITA. Deretan agenda pokok pun menanti Jokowi hari ini.

Terlepas dari kepentingan Presiden Jokowi ke Makassar, HMI Cabang Gowa Raya dalam hasil konsolidasinya mengevaluasi pencapaian Nawa Cita Jokowi-JK. Aspirasi yang disampaikan oleh HMI Cabang Gowa Raya ini memuat beberapa tuntutan yang sifatnya sangat perlu ditindaklanjuti di antaranya :

1.Menuntut Kebijakan dan Kinerja Jokowi untuk bertanggungjawab selama menjabat sebagai presiden RI itu kemudian tidak sesuai dengan amanat UUD RI tahun 1945.

2. Meminta kepada Jokowi untuk kemudian memberikan tindakan terkait umat Islam di Uighur Cina

3. Meminta kepada Jokowi untuk menyelesaikan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua

4. Meminta Jokowi untuk menghentikan proses TKA “Ilegal” yang merajalela di Indonesia

5. Meminta kepada Jokowi untuk menghentikan proses proyek Reklamasi CPI yang berdampak pada Praktik Korupsi, Kejahatan Korporasi hingga Perkara HAM dan Lingkungan Hidup

6. Meminta Kepada Jokowi untuk menyelesaikan kasus korupsi yang merajalela, terkhusus kasus Bank Century, BUMK, BLBI dan persoalan mafia impor, dan perkara korupsi lainnya.

7. Meminta Jokowi untuk menyelesaikan persoalan kontrak perusahan asing yang terus-menerus mengeksploitasi Sumber Daya Alam di Indonesia

8. Meminta kepada Jokowi untuk menyelesaikan utang negara yang semakin menumpuk dan merugikan khalayak rakyat Indonesia.

9. Meminta kepada Jokowi untuk memberikan kebebasan penuh terhadap media baik itu di lingkup nasional maupun lokal. Serta mengevaluasi kementerian yang terkait dalam hal ini Kemenkominfo perihal berita hoax dan ujaran kebencian, dan menghentikan pembungkaman aspirasi melalui media.

10. Meminta kepada presiden RI, TNI dan Polri untuk tidak melakukan intervensi dan tindakan refresif terhadap kebebasan demokrasi.

11. Meminta Presiden untuk lebih mengutamakan kepentingan Negara dan Bangsa RI.

Syukur El Basri selaku Wakil Sekretaris Umum Infokom HMI Cabang Gowa Raya menegaskan kepada Pemerintah Jokowi-JK agar mengevaluasi Kemenkominfo terkait maraknya berita hoax yang mengancam keutuhan NKRI.

HMI Cagora

“Media itu independen, bukan hanya dijadikan kepentingan politik dan kekuasaan sehingga banyak pemain media yang menyebarkan berita hoax,” beber syukur

Syukur juga menegaskan bahwa Tenaga Kerja Asing (TKA) yang menyerbu Indonesia, khususnya di Sulawesi sudah mencapai 10 ribu orang.  Dari ribuan TKA banyak di antranya yang ‘ilegal’.  “Hal ini disebabkan oleh Perpres nomor 20 tahun 2108 yang membuka pintu masuk bagi TKA dan investor Asing. Namun di balik regulasi itu menimbulkan banyak keresahan yang terjadi di kalangan masyarakat,” tegas Syukur.(*)


BACA JUGA