Firdaus Muhammad, Pengamat Politik UIN Alauddin.
#

Keberpihakan Gubernur NA Pengaruhi Kiprah Golkar di Sulsel

Jumat, 28 Desember 2018 | 20:43 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Gubernur Sulsel yang tidak berpihak kepada Golkar dinilai akan menjadi tantangan pada Pileg 2019. Pasalnya, dari tahun ke tahun, baru kali ini Gubernur tidak berpihak pada Golkar.

Pada Pilkada Juli lalu, Golkar sebagai sentra koalisi Nurdin Halid-Aziz Qahar Mudzakkar. NH-Aziz pemilik suara terbanyak kedua dari Gubernur terpilih, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.

Manager strategi lembaga survei dan konsultan politik Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy yang dimintai tanggapan menilai, Gubernur Sulsel yang tak lagi berasal dari Golkar tentu akan mempengaruhi kiprah partai menatap Pileg. Meski, kata dia dampaknya tak signifikan.

“Tantangan Golkar ke depan memang tak mudah, hasil pemilu sebelumnya menunjukkan tren penurunan perolehan suara partai,” kata Nursandy, Jumat (28/12/2018).



Dia menilai, ini ujian sesungguhnya dari partai Golkar untuk meningkatkan perolehan suara partai. 

“Namun dengan komposisi Caleg yang dimiliki saat ini dan ditopang oleh kepala daerah yang berasal dari Golkar, optimisme partai beringin untuk berjaya kembali di sulsel masih sangat mungkin terjadi,” tandasnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Firdaus Muhammad mengatakan hal itu tentu akan menjadi tantangan. Namun masih terbuka alternatif untuk Golkar jika ingin mengantisipasi.

“Golkar perkuat strategi dekati pemilih milenial dan tidak bergantung pada kepala daerah. Kemudian perlu penguatan pergerakan progresif dan sinergis atau pola kemitraan,” singkatnya.

Tidak hanya itu saja, sejumlah kekuatan besar Golkar juga sudah pindah partai, salah satunya adalah eks Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dikatakan pula, Golkar memang harus melakukan antisipasi terhadap kepala daerah yang mengancam posisi beringin rindang ini.

“Golkar harus antisipasi manuver kepala daerah yang mengancam posisi Golkar. Apalagi beberapa kader terbaiknya pindah dan jadi lawan seperti SYL,” tandasnya.(*)


BACA JUGA