Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat ditemui di RPH-R Manggala, Senin (8/2/2021)

Ribut Soal Lelang Jabatan di Pemkot, Gubernur NA Ibaratkan Bagai Perang

Senin, 08 Februari 2021 | 17:20 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) menanggapi riuh persoalan lelang jabatan di Pemkot Makassar. Menurutnya hal itu tidak perlu lagi diributkan.

Semestinya, disampaikan Nurdin, komunikasi sudah terjalin antara Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin dan Wali Kota terpilih, Danny Pomanto. Sehingga, proses lelang ini berjalan dengan baik.

“Nah sekarang kan usernya itu Wali Kota yang akan datang. Tinggal komunikasi dan koordinasi itu saja,” kata Nurdin saat ditemui di RPH-R Manggala, Senin (8/2/2021).

Ditanya soal kebijakan lelang jabatan eselon II Pemkot, hal itu sah-sah saja digelar. Pria asal Parepare ini menyebut bahwa kebijakan ini sudah lama diwacanakan sebelum Pilwalkot.

“Itu salah, kemarin kan proses Pilkada makanya terhenti. Ada proses Pilkada, tidak boleh ada kegiatan, lelang, pelantikan, mutasi. Itu yang membatasi. Makanya ini baru dilakukan,” sambung Nurdin.

Lelang jabatan yang menuai pro kontra ini, Nurdin menilainya bagai perang. Ia pun meminta kebijakan yang sudah berjalan ini sudah seharusnya tidak menjadi masalah.

“Ini cuma dibuat seakan kita ini mau perang, kesannya mau perang kan,” tutup Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini. 

Sebelumnya, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin telah mengeluarkan kebijakan untuk membuka lelang jabatan eselon II pada 5 Februari. Namun, Danny Pomanto sebagai Wali Kota terpilih menyebut Rudy belum berbicara hal ini ke dirinya.(*)


BACA JUGA