Pelantikan 149 pejabat dalam ruang lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, di Center Point of Indonesia (CPI), Jumat (14/12/2018)/Indra Ahmad/Gocakrawala

14 Jabatan Lowong, Pemkot Makassar Bakal Lelang Jabatan di Januari

Sabtu, 05 Januari 2019 | 14:41 Wita - Editor: Irwan Idris -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan segera membuka lelang jabatan. Hal ini disebabkan banyaknya jabatan yang kosong setelah Wali Kota Makassar, Ir Moh Ramdhan Pomanto melakukan rotasi dan menonaktifkan pejabat strategis di tingkat eselon II.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Basri Rahman menyebut saat ini ada 14 jabatan lowong di lingkup pemkot.

“Kita sudah minta izin ke pusat. Penyebab kekosongannya itu karena ada beberapa pejabat yang digeser (rotasi) dan ada juga pejabat yang menjadi caleg, ada yang pensiun sehingga pak Wali Kota menonaktifkan mereka,” jelas Basri kepada Gosulsel.com, Sabtu (05/01/2019).

Ia menambahkan, pihaknya telah mengirimkan nama-nama dan sementara menunggu hasil seleksi dari sekretaris Kota Makassar. “Kita sudah kirim nama-namanya, kita sementara tunggu hasil dari pimpinan. Insyaallah kalau memungkinkan kita akan segera buka lelang jabatan di Januari ini,” ungkapnya.



“Kita berharap proses lelang jabatan ini berjalan dengan lancar, sehingga jabatan yang lowong itu bisa segera diisi. Karena ini demi meningkatkan kinerja para pegawai di lingkup Pemkot Makassar,” sambungnya.

Berikut daftar 14 jabatan lowong lingkup Pemkot Makassar:

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)

Kepala Dinas Pariwisata

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP)

Kepala Dinas Kearsipan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi

Kepala Dinas Sosial

Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan

Kepala Dinas Perhubungan

Kepala Dinas Perpustakaan

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB

Kepala Dinas Koperasi dan UKM.(*)

 

Reporter: Nurfadhillah Bahar