Komanda Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II menggelar upacara bendera di Ruang Lobi Makoopsau II, Kamis (17/1/2019)

Upacara 17-an, Panglima TNI: Pegang Teguh Rantai Komando

Kamis, 17 Januari 2019 | 10:55 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II menggelar upacara bendera di Ruang Lobi Makoopsau II, Kamis (17/1/2019). Aslog Kas Koopsau II Kolonel Tek IG Made Radar P bertindak selaku inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Aslog Kas Koopsau II Kolonel Tek IG Made Radar P. yang membacakan amanat tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa sebagai perekat kemajemukan dan dalan menjaga kebhinekaan, TNI harus menjaga sinergitas seluruh komponen bangsa ini.

“Sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, TNI dinilai mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinekaan. TNI bersama-sama segenap komponen bangsa harus melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas dalam mewujudkan rasa aman dan tentram di masyarakat. Sinergi dengan berbagai kementrian dan lembaga, serta seluruh komponen bangsa harus dipelihara dan ditingkatkan, tidak sekedar menjadi slogan,” tegas.

Selain itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam sambutan tertulisnya meminta kepada suluruh jajaran TNI prajurit maupun PNS menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2019 untuk menjaga dan berpedoman pada netralitas agar pemilihan berjalan dengan lancar.



“Netralitas TNI kembali harus kita tunjukkan. Oleh karenanya saya perintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk berpegang teguh pada pedoman netralitas yang telah saya canangkan. Jangan terpengaruh pada berbagai isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pegang teguh rantai komando dan laporkan kepada komandan satuan bila menemui kendala,” lanjutnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga meminta agar waspada dari segala ancaman yang bisa saja terjadi di tanah air. Seperti ancaman terorisme, separatisme, radikalisme, serta berbagai ancaman kejahatan lintas negara harus dapat kita atasi.

“Kondisi regional dan global yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak boleh luput dari pengamatan dan antisipasi TNI. Ancaman terorisme, separatisme, radikalisme, serta berbagai ancaman kejahatan lintas negara harus dapat kita atasi. Demikian pula dengan kemungkinan terjadinya bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi geografis Indonesia memang mengharuskan kita memiliki kesadaran terhadap potensi dan penanggulangan bencana alam,” kata Mantan Kasau ini.

Ia mengajak semua prajurit dan PNS TNI harus bekerja dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, TNI adalah bagian dari rakyat dan rakyat adalah marwah NKRI sejak negara ini berdiri.

“Semua terasa sangat berat manakala kita tidak menyadari betapa mulianya tugas yang kita emban. Sadarilah bahwa jerih payah para prajurit dan PNS TNI juga menjadi ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain itu dalam setiap pelaksanaan tugas pokoknya, TNI harus bersatu dan manunggal bersama rakyat,” tandasnya.(*)


BACA JUGA