Bupati Maros, Hatta Rahman
#

Bupati Maros Tetapkan Normalisasi Pasca Banjir Selama Tujuh Hari

Kamis, 24 Januari 2019 | 17:54 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS,GOSULSEL.COM – Bupati Maros HM Hatta Rahman menetapkan normalisasi pasca banjir besar yang melanda Maros selama tujuh hari. Hal ini dikarenakan banyaknya perkantoran yang terkena dampak banjir.

Di Kompleks perkantoran sekitar kantor Bupati Maros hanya kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah yang tidak terkena banjir sedangkan kantor lain terendam banjir. Hatta sejak Kamis (24/1/2019) pagi telah melakukan pengecekan terhadap beberapa kantor khususnya yang melakukan pelayanan seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Dinas Kesehatan.

“Untuk proses recovery kita butuh maksimal tujuh hari karena kantor terendam banjir kemarin sehingga membutuhkan waktu untuk pemulihan. Khusus untuk pelayanan seperti Dukcapil kita dahulukan untuk pemulihan, hari ini segera dibersihkan kantornya kemudian setting ulang komputer untuk digunakan kembali,” ujar Hatta.

Banyaknya dokumen yang terendam banjir juga menjadi kendala bagi pemerintah kata Hatta. Misalnya di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meski telah mencoba menyelamatkan dokumen dengan mengangkat ke atas meja namun masih terkena banjir. Lantai 1 kantor Bupati Maros pun mengalami hal serupa, beberapa sarana dan prasarana kantor terkena banjir dan dipenuhi lumpur.



Menurut Hatta, selain membersihkan pihaknya juga fokus memberikan bantuan ke korban bencana. Pihaknya juga telah memerintahkan dinas terkait untuk mendata kondisi jalan serta jembatan yang rusak maupun hanyut. Pihaknya sesegera mungkin melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak.

Hatta mengatakan, dari 14 kecamatan di Maros 12 kecamatan terdampak banjir dan kecamatan Turikale merupakan kecamatan yang terparah karena hampir semua daerahnya terkena banjir. Sebanyak empat korban meninggal akibat banjir.

“Jumlah warga terdampak banjir terus kita update, saat ini beberapa posko telah aktif. Untuk seluruh bantuan dipusatkan di Gedung Serbaguna kemudian disalurkan ke masyarakat. Beberapa masjid juga menjadi posko pengungsi dan tiap kecamatan juga mengaktifkan posko,” pungkas Hatta.(*)


BACA JUGA