Taman Wisata Alam Bantimurung merugi karena diterjang banjir
#

Diterjang Banjir, Wisata Alam Bantimurung Maros Rugi Ratusan Juta

Sabtu, 26 Januari 2019 | 15:45 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Musibah banjir bandang yang terjadi Selasa (22/1/2019) lalu merendam 12 kecamatan di Kabupaten Maros. Tidak hanya pemukiman warga, kantor bupati dan juga kantor pemerintahan lainnya. 

Taman Wisata Alam Bantimurung juga terpaksa ditutup untuk pengunjung lantaran terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa.

Taman Wisata Alam Bantimurung Maros diterjang banjir

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros Kamaluddin Nur mengatakan, hal itu dilakukan demi keselamatan pengunjung.

“Seperti yang diketahui, banyak tiang listrik yang roboh, kurangnya tenaga untuk membantu proses pembersihan pohon-pohon yang tumbang dan lumpur yang masih menggenang dan listrik belum berfungsi maksimal,” katanya, Sabtu (26/1/2019).



Kamal mengatakan, banjir tahun 2019 ini memang terbesar dari tahun 2012 silam. Dampak kerugian dari banjir ini cukup besar, seperti fasilitas gazebo dan jembatan yang menghubungkan goa mimpi hancur diterjang banjir.

“Akibat dari banjir ini kami dari Dinas Pariwisata Kabupaten Maros menanggung kerugian antara Rp300 juta hingga Rp500 juta, kalau belum difungsikan juga hingga saat ini. Karena seperti yang diketahui Taman Wisata Alam Bantimurung ini menjadi salah satu harapan kontribusi Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Maros,” katanya.

Agar tak lagi merugi, Kamal menyebut jika Taman Wisata Alam Bantimurung kembali dibuka mulai hari ini. Kawasan wisata alam itu akan dibuka tiap akhir pekan sambil pengelola melakukan pemulihan dan pensterilan pasca banjir.

“Saya berharap cuaca membaik ke depan agar keindahan Taman Wisata Alam Bantimurung kembali bisa dinikmati wisatawan,” katanya.(*)


BACA JUGA