Calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrat, Ian Kurniawan Latanro
#

Ringankan Biaya Pajak, Gagasan Ian Latanro Dorong Generasi Milenial Rintis Usaha

Rabu, 20 Februari 2019 | 20:30 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

ENREKANG, GOSULSEL.COM — Calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrat, Ian Kurniawan Latanro memiliki misi besar, mendorong generasi milenial Sulsel merintis usaha kreatif. Caleg dapil IX meliputi kabupaten Enrekang, Pinrang dan Sidrap ini mengakui bahwa pemuda Sulsel memiliki potensi besar untuk memulai startup, hanya saja cenderung tidak diberikan ruang atau dukungan yang konstruktif.

Dia mencontohkan di dapilnya. Pemuda di tiga kabupaten itu, khususnya di Enrekang sangat memungkinkan didorong untuk merintis usaha. Hanya saja, kata dia, perlu edukasi, pendampingan dan dukungan pemerintah jika ingin mensukseskan rencana besar itu.

Politisi muda ini mengatakan, jika generasi milenial tersebut diberikan modal usaha bergulir tanpa bunga atau bunga rendah. Maka bukan hal yang tidak mungkin, generasi milenial termotivasi untuk memulai usaha di bidang manapun, sesuai wilayahnya masing-masing, khususnya yang bergerak di bidang usaha online.

“Jadi perlu diusulkan, agar bagaimana anak muda milenial mendapat modal usaha. Modal ini bisa digilir, ketika usahanya mulai berkembang, maka dialihkan lagi kepada yang lain yang ingin memulai usaha. Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya saing pemuda kita di bidang usaha,” kata caleg nomor urut 4 ini, Rabu (20/2/2019).

Tidak hanya itu saja, Ian mengatakan bahwa sangat diperlukan kebijakan yang pro terhadap pengusaha muda pemula. Salah satu yang dia sarankan, yakni tidak memberatkan dari sisi pajak. Ada perlakukan khusus, agar pajak pengusaha pemula ini ditaktisi lebih rendah dari pengusaha pada umumnya.

Jika memungkinkan, kata Ian, penerbitan produk perundang-undangan daerah atau Peraturan Daerah (Perda) sebagai syarat legal agar pengusaha muda pemula tidak dibebani pajak terlalu tinggi.

“Diupayakan agar pengusaha milenial pemula ini tidak dibebani pajak tinggi seperti pada umumnya. Sehingga ada yang memotivasi atau mendorong mereka memulai merintis usaha,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, ada kecenderungan pemuda khususnya di desa-desa membutuhkan ruang untuk memulai usaha. Dia mencontohkan di kabupaten Enrekang. Menurut dia, cara ini bisa diterapkan untuk mendorong kreatifitas generasi milenial.

“Supaya anak muda tidak hanya berpikir untuk membantu keluarga di kebun. Potensi peningkatan SDM kita harapkan. Itu semua yang harus digedor. Kalau mau cepat melek teknologi, dan berbisnis,” tandasnya.(*)


BACA JUGA