Siswa-siswi SMA melaksanakan UNBK di salah satu SMA di Makassar, tahun lalu.

Kadisdik Gowa Kritik UNBK: Hanya Menguji Kecepatan Bukan Kompetensi

Rabu, 20 Maret 2019 | 10:29 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr Salam menyebutkan bahwa hingga saat ini sistem pelaksanaan Ujian Nasional Brbasis Komputer (UNBK) yang diterapkan oleh Kementerian Pendidian dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI belum diterapkan secara kseluruhan di Kabupaten Gowa.

Salam yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan bukan karena terkendala peralatan atau jaringan komputer. Salam menilai bahwa UNBK yang yang diterapkan oleh Kemendikbud tersebut masih terdapat kekurangan.

pt-vale-indonesia

“Jadi persoalannya sekolah kita atau saya katakan saja kita belum menindak lanjuti pelaksanaan UNBK ini secara keseluruhan belum. Kita punya komputer rata-rata sekolah kita sudah siap untuk itu. Tapi masalahnya bukan di sana, tapi sistem pelaksanan ujian nasional itu. Menurut saya belum bagus  karena yang diuji bukan kompetensinya anak-anak, yang diuji kecepatnnya anak-anak,” ujarnya, Selasa (19/3/2019) kemarin.

Pembatasan waktu 2 menit per satu soal dinilai Salam tidak tepat. Pasalnya, menurut Salam tidak semua soal bisa diselesaikan dalam waktu dua menit. Ada beberapa soal yang memang membutuhkan waktu lebih lama untuk dijawab.

“Soal yang dibuat oleh Kementerian direkayasa oleh Pustekom ( Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi), Pustekom yang desain setiap soal itu waktunya dua menit muncullah di komputer. Ternyata ada soal yang butuh waktu, kecermatan, ketelitian atau apa, jadi belum selesai hilangmi soalnya,” lanjutnya.

Salam menyontohkan, misalnya soal matematika yang membutuhkan waktu untuk menjawab. Dengan pembatasan tersebut maka banyak soal yang akan terlewatkan dan tidak akan terjawab oleh peserta ujian.

“Dan otomatis soal yang lewat waktu itu tidak terjawab. Durasi waktu 2 menit baru mau dilakukan sudah hilang soalnya. UNBK bukan persoalan tidak adanya komputer, tidak adanya jaringan tapi sistem yang ia kembangkan itu tidak benar,” jelasnya.

Salam mengaku sudah meminta untuk memberikan alasan terkait pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut. “Saya tidak mau pesoalan ini terjadi pada anak-anak kita. Makanya saya minta kementerian memberikan alasan yang kuat agar saya bisa melakukan UNBK tapi tidak ada juga yang bisa memberikan alasan,” tandasnya.(*)


BACA JUGA