Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali pimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu yang dilaksanakan Polres Bulukumba di lapangan Ponre Kecamatan Gantarang, Jumat (22/3/2019).
#

Menghadapi Pemilu 2019, Bupati Bulukumba Pimpin Apel Gelar Pasukan

Jumat, 22 Maret 2019 | 19:18 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM – Tidak cukup sebulan atau tersisa 27 hari lagi pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali pimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu yang dilaksanakan Polres Bulukumba di lapangan Ponre Kecamatan Gantarang, Jumat (22/3/2019).

Didampingi Kapolres dan Dandim 1411, Bupati juga melakukan pemeriksaan pasukan yang terdiri dari berbagai unsur seperti polisi, TNI, Satpol PP, Damkar, Dinas Perhubungan, sekuriti instansi publik, serta Pamswakarsa yang berasal dari unsur masyarakat.

pt-vale-indonesia

Dalam Apel Gelar Pasukan ini, peserta apel secara bersama-sama mengucapkan Ikrar Pengamanan Swakarsa Indonesia yang dipandu oleh Sulkifli Jaelani, yang merupakan salah satu sekuriti dari PT Lonsum Balombissie Estate.

Apel Gelar Pasukan ini digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Bupati yang memimpin apel juga membacakan sambutan seragam Menteri Kordinator Polhukam Wiranto.

Dari sambutan yang dibacakan AM Sukri Sappewali, Wiranto menyebut sukses atau tidaknya perhelatan
demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu
dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan.

“Tidak ketinggalan tentunya fungsi dan peran TNI Polri yang berada di luar lingkup penyelenggara Pemilu, akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan Pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” ungkapnya.

Dikatakannya, tidak kalah pentingnya untuk dipahami bagi seluruh prajurit TNI-Polri dimana pun bertugas, disamping melaksanakan tugasnya mengamankan penyelenggaraan Pemilu, ia juga meminta TNI Polri juga harus mampu untuk mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi sehingga tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu dan berita bohong atau hoax yang beredar dan menimbulkan keresahan.

“Saya sangat meyakini bahwa unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta perangkat
pemerintahan pada strata desa kelurahan sangat menguasai situasi di wilayahnya. Dengan bekal inilah diharapkan saudara-saudara mampu menjaga stabillitas keamanan dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019 ,” pintanya.(*)


BACA JUGA