Dua calon presiden mengenakan Patonro, ikat kepala khas Sulsel

Warganet Bandingkan Cara Prabowo dan Jokowi Memakai Patonro saat Kampanye Akbar di Makassar

Rabu, 03 April 2019 | 15:38 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

Ia juga menjelaskan bahwa corak warna emas yang berada di pinggiran Patonro menandakan tingkat kebangsawanan seseorang pada masa kerajaan Gowa. Selain itu Patonro biasanya digunakan di luar rumah atau istana oleh orang yang dianggap pemimpin dan biasanya digunakan oleh pasukan Tubarani atau pasukan elit kerajaan Gowa.

“Jadi lesnya (pinggiran) ini tergantung derajat kebangsawanan seseorang. Dan biasanya ini dipakai oleh para tubarani atau pasukan elitnya kerajaan Gowa di masa lalu. Dan kebanyakan itu dipakai di luar istana atau di luar rumah dan di lapangan,” lanjutnya.

Ditanya terkait pemasangan Patonro tersebut kepada kedua Calon Presiden yang datang ke Sulsel, Daeng Pile mengatakan bahwa karena keduanya dianggap sebagai calon pemimpin.

“Patonro itu dianggap sebagai pemimpin utama yang berada di laur istana. Itu yang digunakan kalau di dalam istana itu tampak dipakai hanya pemusik tradisional. Tetapi kalau di luar dari pada rumah istana atau di lapangan itu yang memakai adalah dianggap pemimpin utama. Jadi mereka (Calon Presiden) ini yang dipakaikan karena merupakan calon-calon pemimpin utama karena itu dilakukan di luar istana,” jelasnya.(*)

Halaman:

BACA JUGA