Gas LPG 3 Kg Sempat Diisukan Langka, Disperdastri Gowa Ungkap Penyebabnya

Rabu, 24 Juli 2019 | 09:32 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Gas LPG 3 Kilogram sempat diisukan langka, lantaran adanya sejumlah lapora warga yang mengaku sulit membeli tabung gas LPG  ukuran 3 kg. Sementara itu, menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perdagangan Dan Perindustrian (Disperdastri) Gowa, Andi Sura Suaib mengatakan bahwa tidak ada kelangkaan gas LPG 3 kg.

“Jadi tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Gowa. Adanya masyarakat yang mengaku kesulitan membeli gas itu karena terbatasnya jatah pengecer dari pangkalan yang membuat berkurangnya stok tabung gas di pengecer,” ujarnya.

Andi Sura Suaib menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan aturan baru dari pertamina. “Ini juga mengatur kalau masyarakat boleh membeli langsung gas elpiji  ke agen dan pangkalan dengan harga yang telah ditentukan,” jelasnya.

Andi Sura juga mengaku sangat mendukung aturan dan kebuijakan baru tersesebut. Karena menurutnya kebijakan tersebut bertujuan untuk kepentingan masyarakat dimana dapat mengurangi spekulasi harga yang dilakukan oleh pengecer kepada masyarakat.



Hanya saja menurutnya pihak pertamina tidak menyampaikan prihal tersebut. “Tentunya sangat kita dukung, ini kepentingan masyarakat. Hanya saja kalau kita dinfokan pasti tidak ada warga yang keluhkan. Karena kita pasti membantu mensosialisasikannya, menyampaikan kepada masyarakat ada hal seperti ini,”katanya.

Menurutnya lagi, program pertamina tersebut sangat baik, karena setiap kelurahan dan desa nantinya akan mempunyai pangkalan gas elpiji 3 kg yang memang diperuntukan bagi warga kurang mampu. “Kalau program ini terealisasi tentunya sangat kita dukung,”ucapnya.

Sementara itu SE LPG Rayon II, Pertamina Muhammad Rizal saat dikonfirmasi mengaku kalau aturan penyaluran ini telah disosialisasikan kepada suluruh pihak agen dan pangkalan yang disampaikannya di beberapa pertemuan.

“Ini telah kita sampaikan kepada para agen dan pangkalan terkait mekanisme penyalurannya. Jadi ada pengurangan jatah bagi pengecer sebanyak 30 persen dari pangkalan,” ujarnya.

“Tujuannya ini sangat jelas, untuk kepentingan masyarakat, bagaimana mengantisipasi adanya spekulasi atau permainan harga di lapangan yang dilakukan pengecer. Jadi disarankan masyarkat langsung membeli di agen ataupun pangkalan yang harganya sudah pasti yakni Rp15.500 saja,”  jelasnya.(*)


BACA JUGA