Empat OPD Pemprov Sulsel Belum Penuhi Persyaratan Pencairan DAK Fisik

Kamis, 08 Agustus 2019 | 16:38 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Perlambatan realisasi serapan anggaran Pemprov Sulsel tak hanya terjadi pada APBD, tapi juga transfer dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satunya Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang sampai semester satu baru 20 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Jufri Rahman mengatakan total DAK fisik yang diterima oleh Pemprov Sulsel sebesar Rp355 miliar. Anggaran ini dikelola oleh 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

muhammad-ismak

“Nilai kontraknya itu sekitar Rp295 miliar. Hasil identifikasi dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Makassar penyaluran tahap pertama baru Rp79,8 miliar dengan realisasi mencapai Rp16,46 miliar atau 20,62%,” kata Jufri usai rapat monitoring pembangunan triwulan kedua di Ruang Pola Kantor Gubernur, Kamis (8/8/2019).

Jufri menyebutkan rendahnya realisasi DAK ini disebabkan masih adanya empat OPD yang belum memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 121/PMK.07/2018 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa.



Empat OPD tersebut adalah RSUD Haji nilai kontrak Rp14,73 miliar, RSKD Siti Fatimah Rp4 miliar, RSUD Sayang Rakyat Rp1,24 miliar dan Dinas Perdagangan Rp3,17 miliar. Hingga saat, dari keempat OPD ini realisasi DAK fisik masih nihil.

“Untuk pencairan ada syarat yang harus dipenuhi. Sepanjang syarat tidak dipenuhi tidak akan dicairkan. Kalau tahap satu tidak tersalurkan akan mempengaruhi tahap berikutnya atau dua. Harus selesai pertanggungjawaban tahap pertama,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman akan segera memanggil OPD terkait bersama Bapeda dan BPKD. Pihaknya tak ingin anggaran dari APBN ini dikembalikan jadi Silpa hanya karena tidak bisa terserap oleh OPD teknis.

“Inikan sama saja dengan APBD, jadi dua triwulan ini masih transisi. Kalau triwulan ketiga baru bisa dilihat ini bisa jalan atau tidak, nanti bulan sembilan,” sebutnya.(*)

BACA JUGA